Benar memang, kadang-kadang kita menganggap bahwa kita tidak punya salah kepada seseorang. Dan parahnya, kita kemudian merasa tidak perlu untuk meminta maaf. “Maaf untuk apa, wong tidak punya salah kok.”

Yakin tidak punya salah? Yakin banget atau hanya sekadar perasaan. Hem, mungkin cuma perasaan kita saja ya. “Tidak, ini sungguh. Ane tidak punya salah sama ente. Setahun ini kan kita tidak pernah ketemu. Kita juga tidak pernah ngobrol, apalagi jahilin ente. Jadi ga mungkin dong ane salah ucap. Enggak pernah! Sekalipun! Jadi ane ga punya salah dan khilaf secuilpun sama ente. Dan karenanya ane ga perlu pake minta maaf segala ya, apalagi pake cium tangan.”

Wah, wah, gitu ya? Agaknya, ucapan senada itu tidak hanya dibatin oleh satu dua orang. Kita, sekali lagi “kita”, barangkali kerap merasa tidak menyimpan salah pada orang lain. Makanya, kemudian kita, “kita” lho, merasa tidak ada gunanya untuk minta maaf, tidak perlu jabat tangan atau cipika-cipiki. Buat apa?

Itulah kesalahan kita, saya, ia, mereka, dan mungkin juga Anda. Salah karena merasa tidak pernah merasa bersalah. Salah karena angkut tak mau meminta maaf.

Okelah, anggaplah “benar” bahwa anda tidak punya salah pada sobat anda, tetapi sobat andalah yang banyak salah pada anda. Lalu apakah itu kemudian membuat anda tidak perlu bersalaman, saling meminta maaf? Tetap perlu, dan PENTING. Tuhan yang Maha Kreatif telah membuat sebuah bulan bernama Syawal, untuk dijadikan momentum bagi kita saling bermaaf-maafan, menyambung dan mempererat ukhuwah (persaudaraan). Ketika kita tidak memiliki salah, kita tetap mendapatkan hikmah dari jabat tangan atau kunjungan silaturrahim, yakni terbinanya ukhuwah.

Oh, gitu ya? Kalau begitu: 
“Saya selaku sahabat, guru, dan pengasuh blog ini, ingin juga bermohon maaf pada anda semua. Semoga ukhuwah ini tetap terjaga.”
Bagi warga MTs Negeri Wonosobo tentu sudah tidak asing lagi dengan sosok yang satu ini. Siapa? Mungkin ada yang belum tahu namanya, tapi begitu lihat wajahnya pastilah sudah paham itu siapa. 


Yup, betul sekali, beliau adalah seorang guru sekaligus fotografer atau mungkin juga fotografer yang guru. Guru sudah menjadi profesinya sejak tahun 2009, dan fotografer sudah ia gandrungi sejak tahun 2007, meski baru ia tekuni dua tahun terakhir.

Kecintaannya pada dunia fotografi dimulai sejak ia bergabung dengan menjadi tim redaksi Tabloid Ekspresi. Namun, karena satu dan lain hal ia belum bisa menekuni dunia fotografi yang ia cintai. Barulah pada tahun 2012 ia memberanikan diri untuk membeli kamera DLSR dan begitulah, jadilah ia seorang fotografer. Apakah menjadi fotografer harus punya kamera canggih? Tentu saja tidak. Meski untuk hal-hal tertentu sebuah alat sangat berarti bagi suatu profesi. Apakah dengan punya kamera canggih terus otomatis menjadi fotografer? Ini juga tidak.

Ahmad Haridi tidak hanya tekun dan rajin mengadikan momen-momen penting yang berlangsung di MTs Negeri Wonosobo. Selain sering ikut dalam lomba-lomba fotografi tingkat nasional, ia juga tidak mau ketinggalan dengan ikut bergabung dalam HPPW, sebuah komunitas fotografi Wonosobo.

Untuk menjadi fotografer handal salah satu syaratnya adalah tahan kritik, dan itu dimiliki oleh guru Bahasa Indonesia MTs N Wonosobo kelahiran Sragen ini. Ketika ia share foto-fotonya di media sosial, tidak jarang ia mendapatkan kritik, tapi ia menerimanya. Dan kita lihat sekarang, hasil jepretannya menunjukkan peningkatan kualitas.

 Berikut hanya beberapa saja foto-foto bapak satu anak ini:






Hem, itu hanya beberapa saja lho. Hanya sedikit koleksi foto yang lokasinya di lingkungan MTs N Wonosobo. Teman-teman dapat melihat koleksi foto Ahmad Haridi di album Facebooknya
Bismillah

Anak-anakku yang sekaligus menjadi kawan-kawanku, semoga senantiasa dalam lindungan Allah Swt. Bagaimana kabar antum? Liburan sudah ke mana saja nih? Baru 4 hari libur, tapi rasanya lama banget ya. Sudah ingin masuk lagi. Begitulah saya, juga mungkin teman-teman. Kalau sudah masuk rasanya ingin libur, gantian libur eh pengen masuk. Hem, meski liburan bukan berarti kita berhenti belajar kan? Ada yang mengatakan, Tiada Hari Libur Tanpa Kerja. Ya, sebab bekerja, belajar, tidak tergantung pada tempat dan waktu. Seumur-umur kita bekerja, sampai mati kita terus belajar.

Ohya, bagaimana dengan nilai raportmu? Raport itu kan hasil belajar yang kemudian diwujudkan dalam bentuk angka-angka. Nilai 7 itu cukup, 8 itu baik, 9 sangat baik, dan 10 sempurna. Kalau melihat nilai fiqih di semester genap kemarin sih, rata-rata mendapatkan angka antara 80-90, artinya memang mayoritas udah baik. Tetapi saya selaku guru sekaligus orang tuamu di sekolah masih sering merasa bersalah. Kenapa? Saya merasa masih kurang maksimal dalam mendampingi kalian belajar. Dan saya sudah mohon maaf kepada kalian di depan kelas kan. Semoga Allah juga mengampuni saya.

Mungkin juga perlu antum ketahui bahwa untuk tahun pelajaran 2013/2014 ini MTs Negeri Wonosobo berhasil meluluskan 100 persen Kelas IX. Sementara untuk kelas VII ada tujuh anak yang tidak naik, dan kelas VIII ada 2 anak yang tidak naik. Dibandingkan dengan tahun kemarin, dilihat dari jumlah anak yang tidak naik kita mengalami kemajuan karena jumlanya lebih sedikit. Semoga ini benar-benar merupakan tanda bahwa memang ada peningkatan prestasi belajar di Madrasah kita.

Kalau toh belum naik, sebenarnya bukan berarti dikau bodoh. Sungguh bukan itu. Ada banyak faktor yang membuat seorang siswa tidak naik kelas. Selain nilai akademis (mata pelajaran), juga nilai kepribadian dan akhlak. Sedikit bocoran nih, bahwa proses pemutusan naik atau tidak naik, tidak ditetapkan oleh satu orang guru, wali kelas misalnya. Tetapi diputuskan secara bersama dalam RAPAT PENEGAS. Rapat ini dihadiri oleh semua dewan guru dan kepala madrasah. Kadang-kadang terjadi tarik ulur juga antara guru satu dengan guru yang lain. Satu guru menginginkan naik dengan alasan begini begitu, sementara guru yang lain menginginkan tidak naik karena begini dan begitu. Itu sangat wajar. Demokrasi kan boleh beda. hehe...

Yang jelas, hasil keputusan rapat penegas tersebut saya kira adalah hasil yang terbaik karena merupakan keputusan dari sebuah musyawarah. Dan tentunya seorang siswa yang tidak naik mesti menerimanya, menyadari, untuk kemudian dapat berbuat lebih baik lagi.

Dan bagi antum yang sudah naik, syukuri! Tidak hanya dengan alhamdulillah dong! Melainkan dengan berbuat lebih baik lagi dan lagi. Sekadar catatan, antum tidak boleh terlalu GR (gede rumangsa), terlalu bangga, merasa diri sudah pintar hanya karena sudah naik kelas. Berbangga diri adalah penyakit yang dapat membuat manusia menjadi bodoh! Karena itu, yuk kita tingkatkan lagi kerja dan belajar kita.

Sampai jumpa di kelas yang baru, dengan teman-teman baru, semangat baru, serta sepatu, buku dan tas (mungkin juga) baru.

Salam



e learning

Bagi yang sedang menunggu-nunggu hasil ulangan harian Bab Baji, tentang. Ini sudah saya munculkan. Wah, Nilainya bagus-bagus. Ada yang kurang bagus juga sih. Tapi kan sudah usaha. Ya tidak apa-apa tho.

Silahkan cari namamu ya. Dan lihat berapa nilaimu. Baca juga komentar teman-teman atas ulangan harian ini. Pokoknya seru-seru komentarnya.

Ini dia Daftar Nilai dan Tanggapan Ulangan Harian Bab Haji 2014




Terimakasih banyak atas apresiasi teman-teman semua.
Salam

Assalamu'alaiukum Wr.wb

Pengunjung yang budiman, khususnya para siswa MTs Negeri Wonosobo. Ujian Tengah Semester (UTS) Genap Tahun pelajaran 2013-2014 sebentar lagi dilangsungkan. Tepatnya tenggal 3 s/d 8 Maret 2014.

Berikut adalah kisi-kisi soal UTS Genap Fiqih Kelas VIII. Silahkan download untuk kemudian bisa dibaca dan dipelajari. Dengan kisi tersebut, antum dapat mengira-ngira seperti apa soal-soal yang nantinya muncul. Meski begitu, semua materi yang sudah kita pelajari bersama tetap wajib dipelajari.

Berikut adalah link Downloadnya:
Download Kisi-kisi UTS Genap Fiqih Kelas VIII

Semoga bermanfaat
Wassalam Wr.wb

Bagi kamu yang kelas 8, silahkan kerjakan soal-soal Ulangan Harian Bab Makanan dan Minuman yang Halal dan yang Haram berikut ini.
  • Jangan Lupa tuliskan Nama, Kelas, dan alamatmu (Pertanyaan ini wajib diisi).
  • Pilihlah jawaban yang paling benar.
  • Berilah kritik dan masukan untuk membangun website tintaguru.com lebih baik (wajib diisi)

Selamat mengerjakan!





Terimakasih sudah mau mengerjakan!  
Akan lebih baik jika anda memberitahu jika sudah mengerjakan soal tersebut di kolom komentar di bawah ini! 
Misal: "Pak saya Udin Kelas 8 J sudah mengerjakan soalnya. Wah soalnya terlalu gampang-gampang. makasih"