Ditulis oleh Kelompok AT-TAQWA dalam rangka mengerjakan tugas fiqih kelas VIII MTs N Wonosobo
Nama Anggota Kelompok : 
A. Dani Sulistianto ( 2 ) 
A. Mukhtar Ali ( 3 ) 
Defiana Rahmawati ( 16 ) 
Fadriatul Khoiriyah ( 17 ) 
Febriyanti Muslimah ( 19 ) 

A. ZAKAT


Zakat merupakan suatu kewajiban bagi umat islam yang dilakukan untuk membersihkan diri dari dosa-dosa. Zakat harus dilakukan dengan ikhlas dan benar, oleh karena itu orang yang ingin berzakat juga dianjurkan untuk mengetahui ketentuan-ketentuan zakat. Zakat dibagi menjadi dua, yaitu :

1. Zakat Fitrah

Zakat fitrah ialah zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap umat muslim setahun sekali yang berupa makanan pokok. Hukum melakukan zakat fitrah adalah wajib bagi setiap umat muslim yang masih hidup saat terbenamnya matahari pada akhir bulan Ramadhan dan mempunyai kelebihan makanan untuk dirinya dan keluarganya sampai hari Idul Fitri.

2. Zakat Mal

Zakat mal ialah zakat yang wajib ditunaikan bagi setiap pemilik harta, satu tahun sekali setelah mencapai nisab (batas minimal harta) dan haul (sudah dimiliki selama setahun). Kewajiban melaksanakan zakat mal terdapat pada Q.S. At-Taubah : 103 yang artinya “Ambilah dari harta mereka zakat untuk membersihkan mereka dan menghapuskan kesalahan mereka”. Harta yang wajib dikeluarkan zakatnya diantaranya uang/emas/perak, harta dagangan(tijarah), harta temuan (rikaz), binatang ternak, hasil pertanian, dan zakat profesi.

Kali ini kita akan membahas tentang zakat hasil pertanian dan zakat profesi.

B. Zakat Hasil Pertanian


Zakat hasil pertanian adalah zakat yang dikeluarkan atas jumlah kekayaan seorang dalam satu musim panen. Tanaman yang wajib dizakati ada dua jenis, yaitu :

a. Biji-bijian -> jenis yang dapat dijadikan makanan pokok dalam keadaan normal (tidak darurat). Seperti jagung, padi, kedelai, kacang hijau dll.

b. Buah-buahan -> jenis buah-buahan yang wajib dizakati hanyalah anggur dan kurma. Hasil pertanian wajib dizakati apabila telah memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

1. Pemilik lahan pertanian itu orang muslim

2. Lahan pertanian itu milik sendiri

3. Harta yang dipanen telah mencapai satu nisab

4. Zakat dikeluarkan setelah panen

Nisab zakat pertanian adalah 5 wasaq = 300 sha` sedangkan 300 sha` sama dengan 825 liter. Jika di alihkan ke timbangan :

* Beras 660 kg (jika berupa gabah maka 1320 kg gabah)

* Jagung 552,750 kg

* Kedelai hijau 618,750 kg

* Kedelai kuning 635,250 kg

* Tolo 606,375 kg

* Kacang hijau 602,250 kg

* Kacang wose 536,250 kg

Kadar zakat yang harus dikeluarkan adalah 10% jika diairi (disiram) dengan air hujan/air sungai dan 5% jika diairi (disiram) menggunakan alat dan biaya.

C. Zakat Profesi


Pada masa Rasulullah saw. masih hidup, beliau tidak menjelaskan tentang masalah zakat profesi. Sebab, pada saat itu belum ada hasil usaha yang diperoleh melalui profesi yang dimiliki oleh seseorang, seperti dokter, notaris, akuntan, konsultan, pengacara, dosen/guru, pegawai dll. Jika ada maka jumlahnya masih sedikit. Karena tidak adanya nash yang jelas, para ulama` berusaha untuk berijtihad dalam menentukan ketentuan-ketentuan zakat profesi. Dalam Q.S. Al-Baqarah : 267 Allah swt berfirman yang artinya ”Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (dijalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik ”

Dalam ayat ini dituliskan ”hasil usahamu yang baik ” memiliki makna yaitu semua usaha yang baik, halal, dan harus dikeluarkan zakatnya. Jadi, kadar zakatnya sama dengan kadar zakat uang/emas/perak yaitu 2,5% dari hasil yang didapatkan dari pekerjaan (profesi tersebut), jika telah mencukupi kebutuhan keluarganya, tetapi jika belum memenuhi kebutuhan primer keluarganya, maka tidak diwajibkan zakat tetapi tetap dianjurkan bersedekah sesuai kemampuanya. Sedangkan nisab zakat profesi adalah sama dengan nisab uang/emas yaitu 93,6 gram emas (yang aka dikonversikan sebagai emas, sesuai harga emas tiap gram pada saat itu).

D. PENUTUP


Zakat merupakan rukun Islam yang ke-4, dan hukum zakat adalah wajib. Oleh karena itu, marilah kita sebagai umat islam untuk menunaikan zakat sesuai ketentuan. Demikianlah yang dapat kami sampaikan. Semoga yang kami sampaikan dapat bermanfaat. Kurang lebihnya mohon maaf.

Ditulis oleh KELOMPOK AL-IMAN 
ANGGOTA KELOMPOK :
1. ABI SUFYAN
2. M. DIMAS PUTRA W.S
3. NAFA UMMA
4. SIFAUL BILAD
5. SITI NASIKHATUL M
Madrasah Tsanawiyah NegeriWonosobo Jl. Banyumas km. 04

A. PENDAHULUAN


Zakat merupakan bentuk kepedulian dalam membentuk perekonomian umat yang lebih kuat. Zakat merupakan rukun islam. Oleh karena itu, zakat harus dilaksanakan oleh orang islam yang telah memenuhi ketentuan.

Zakat dibagi menjadi dua, yaitu zakat fitrah dan zakat mal. Zakat fitrah adalah zakat berupa makanan pokok yang wajib ditunaikan oleh setiap jiwa satu tahun sekali. Sedangkan zakat mal adalah zakat berupa harta yang wajib ditunaikan (dikeluarkan) bagi pemilik harta setiap setahun sekali.

B. PEMBAHASAN


Zakat termasuk ibadah mahdad, yakni ibadah yang sudah diatur secara rinci tata cara pelaksanaannya, termasuk yang berhak menerimanya. Orang yang menerima zakat adalah mustahik zakat. Di dalam surah At-Taubah ayat 60 disebutkan tentang delapan golongan yang berhak menerima zakat yaitu :

1. Golongan oang-orang fakir

2. Golongn orang-orang miskin

3. Golongan orang-orang yang mengurus zakat (amil zakat)

4. Golongan mualaf

5. Golongan hamba sahaya

6. Golongan orang yang berhutang atau gharim

7. Golongan orang yang sedang berjuang dijalan Allah atau fisabilillah

8. Golongan orang yang sedang daalam perjalanan atau ibnu sabil

Selain delapan golongan tersebut juga terdapat penjelasan dari imam syafi’i sebagai berikut :

1. Fakir adalah orang yang tidak mempunyai harta dan pekerjaan (mempunyai harta atau pekerjaan), tetapi hanya dapat mencukupi setengah keperluan hidupnya (sangat kekurangan).

2. Miskin adalah orang memepunyai harta dan pekerjaan, tetapi tidak mampu mencukupi keperluan hidupnya (serba kekurangan)

3. Amil adalah orang yang ditetapkan oleh pemerintah untuk bekerja mengumpulkan dan membagikan zakat, sedangkan ia tidak dapat upah selain zakat.

4. Mualaf adalah orang yang baru masuk islam sehingga imannya dikhawatirkan belum kuat.

5. Riqab (budak) adalah orang yang sudah dijajanikan oleh pemiliknya bahwa ia boleh menebus dirinya. Jadi, budak itudiberi zakat untuk menebus kemerdekaan dirinya.

6. Garim adalah orang yang banyak mempunyai utang.

7. Sabilillah adalah orang yang ikut berperang membela agama allah melawan orang-orang kafir, sebagian ulama mengartikan sabilillah dengan suatu kemaslahatan (kebaikan) pada umumnya yang diridhoi oleh Allah.

8. Ibnu sabil adalah orang yang sedang mengadakan perjalanan (musafir) dalam rangka mencari ridha Allah.

Dari penjelasan diatas, kedelapan golongan tersebut lebih diutamakan sebagai penerima zakat mal. Adapun penerima zakat fitrah diutamakan bagi orang yang fakir dan miskin.

C. SUMBER

Buku pendamping “IQBAL” FIQIH kelas VIII
Buku memahami FIQIH kelas 2

Ditulis oleh Kelompok Uwais Jamal Jawahir(VIII H)
Nama Anggota Kelompok :
1. Afi Zidni Az-Zukhruf (05)
2. Atina Naili Fauziah (13)
3. Bagus Adi Saputra (15)
4. Ulfa Arifia (31) 
5. Vivi Nazilatil Hasanah (33)
6. Zuhdi Ali Hisyam (34)

A. Pendahuluan

Zakat merupaka rukun islam yang ke 4 yang wajib dilaksanakan setiap umat islam yang mampu membayarnya. Untuk zakat fitrah dilaksanakan setiap satu tahun sekali, yaitu pada saat bulan Ramadhan hingga sebelum sholat Ied dimulai. Zakat Fitrah harus dibayar sebelum menunaikan shalat Ied.

Beberapa Dalil yang berisi tentang zakat :
وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱرْكَعُوا۟ مَعَ ٱلرَّٰكِعِينَ
Artinya : Dan laksanakanlah shalat, tunaikan zakat, dan rukuklah beserta orang- orang yang rukuk. (Q. S. Al- Baqarah/2 : 43 )

أَنَّ اللَّهَ افْتَرَضَ عَلَيْهِمْ صَدَقَةً فِي أَمْوَالِهِمْ تُؤْخَذُ مِنْ أَغْنِيَائِهِمْوَتُرَدُّ عَلَى فُقَرَائِهِمْ
Artinya : Sesungguhnya Allah mewajibkan zakat ( termasuk zakat fitrah ) kepada mereka, dipungut dari orang- orang kaya di antara mereka, kemudian dikembalikan (diberikan) kepada orang- orang fakir diatara mereka. ( H. R. Al- Bukhari dari Ibnu Abbas : 1308 )

B. Bentuk Zakat Fitrah

Ada pendapat yang tidak memperbolehkan pembayaran zakat fitrah dalam bentuk uang, yaitu mewajibkan zakat fitrah dalam bentuk bahan makanan pokok. Pendapat ini didukung oleh Jumhur Ulama Malikiyah, Syafi’iyah, dan Hanabilah. Dalil yang dipergunakan antara lain hadis Ibnu Umar R.A bahwa Rasullullah S.A.W mewajibkan zakat fitrah berupa 1 sho’ kurma atau 1 sho’ gandum bagi setiap muslim yang merdeka maupun budak, laki- laki atau perempuan, anak kecil atau dewasa. Rasullullah memerintahkan zakat ini agar dibayar sebelum shalat ied dilaksanakan. Para Ulama pada kelompok ini berketetapan bahwa zakat fitrah harus dibayarkan dalam bentuk makanan pokok, bukan uang.

Adapun pendapat yang memperbolehkan pembayaran zakat dengan uang. Pendapat seperti ini didukung oleh ulama, seperti Imam Abu Hanifah, Imam Tsauri, Imam Bukhari, dan Imam Ibnu Taimiyah. Adapun dalilnya yaitu firman Allah pada Q. S. At- Taubah : 103 yang artinya “ Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kami membersihkan dan mensucikan mereka”. Dalil berikutnya adalah sabda Rasullullah yang artinya “ Cukupilah mereka ( kaum fakir dan miskin) dari meminta- minta pada hari Idul Fitri”. (H.R. Daruquthi dan Baihaqi )
Faktanya, saat ini kemaslahatan membayar zakat dalam bentuk uang merupakan sesuatu yang tidak bisa dipungkiri. Kebutuhan mustahik pada saat ini sangat beragam. Tidak hanya sebatas bahan makanan pokok. Melainkan juga membutuhkan uang agar bisa mengolah bahan pokok misalnya. Dalam hal ini menarik untuk menyimak penjelasan Shaikh Yusuf Al- qudhawi bahwa Rasullullah S.A.W pada waktu itu memerintahkan zakat fitrah dalam bentuk makanan pokok karena memang tidak semua orang memiliki dinar atau dirham. Oleh karena itu, jika Rasullullah S.A.W pada saat itu memerintahkan zakat dalam bentuk uang tentu akan membebani umat. Berbeda dengan saat ini, bahwa kebanyakan orang lebih mudah mendapatkan uang daripada bahan makanan pokok.

C. Besarnya Zakat Fitrah


Abdullah bin Umar berkata “ Rasullullah S.A.W memerintahkan mengeluarkan zakat fitrah 1 sha’ kurma atau 1 sha’ gandum”. Ibnu Umar berkata orang- orang menyamakan dengan dua mudd hinthah ( sejenis gandum ). ( H.R. Muslim )
Para sahabat telah mengkonversikan 1 sha’ kurma dan gandum dengan ½ sha’ burr ( gandum bagus ) atau 2 mudd hinthah ( sejenis gandum )
Pembedaan pengkonversian antara beberapa jenis gandum dalam zakat fitrah mengandung penjelasan bahwa pengkonversian tersebut didasarkan atas nilainya.
Adapun 1 sha’ sama dengan 2. 75 liter atau 1 liter beras adalah 0, 8 kg, maka 2. 75 liter x 0, 8 = 2, 2 kg. Umumnya di Indonesia zakat yang dikeluarkan adalah 2,5 kg beras setiap jiwa.

D. Penutup

Memang ada beberapa perbedaan tentang pendapat besar dan bentuknya zakat fitrah . Sebagai umat islam, kita harus tetap menghormatinya. Karena , pendapat- pendapat di atas memiliki pedoman- pedoman tersendiri. Sebagai umat islam kita bebas memilih pendapat yang mana menurut kita paling benar. Karena itu kembali kepada diri kita masing- masing.

E. Refrensi


a. LKS Fiqih Kelas 8
b. www.merdeka.com

Ditulis oleh Kelompok AL-HIKMAH 
Nama Angggota: 
*Ahmad Yopi S.P (3) 
*Ahmad Silahudin (8) 
*Ibnu Maftukhan (20) 
*Latifa Nur Ikrimah (21) 
*Rindi Muktiana (28) 
*Vembi Aulia Ekawati (32) 

Tulisan ini adalah karya siswa MTs N Wonosobo yang dikerjakan untuk tugas mata pelajaran fiqih kelas VIII bab zakat. 

A. PENDAHULUAN 


Kami telah membuat artikel fiqih yang berjudul “ HIKMAH ZAKAT FITRAH “ kami berharap artikel ini dapat membantu pembaca dalam memahaminya karena zakat fitrah adalah zakat berupa makanan pokok yang wajib ditunaikan untuk setiap jiwa satu tahun sekali.

Dan zakat fitrah termasuk rukun islam, jadi wajib bagi mereka yang mampu. Kalau kita melaksanakannya , kita mendapatkan pahala dan saling membantu sesama manusia.

Berikut ini hikmah zakat fitrah yang kami tulis

B. Hikmah Zakat Fitrah


1. Untuk MenSyukuri nikmat Allah

Dengan mengeluarkan sebagian untuk membantu orang lain yang kekurangan dan amat membutuhkan, karena semua harta benda diperoleh manusia berasal dari Allah SWT.

2. Meringankan Beban Hidup Fakir Miskin

Kehidupan masyarakat kita umumnya terdiri atas tiga tingkatan, ada yang kaya, ada yang keadaan ekonominya sedang (Sekedar Mencukupi), dan ada yang hidupnya senantiasa berada dalam kekurangan. Sehingga tidak perlu meminta-minta di hari raya, sekaligus membahagiakan mereka di hari raya.

3. Untuk Mengurangi Kejahatan Dalam Masyarakat

Bentuk-bentuk kejahatan yang terdapat dalam masyarakat bermacam-macam alasannya. Selain karena kerusakan moral, juga dapat di sebabkan karena keterbatasan ekonomi. Dengan adanya zakat, maka masyarakat yang kurang mampu akan terbantu sehingga tidak terjadi kejahatan dalam masyarakat.

4. Untuk Menumbuhkan Sikap Kasih Sayang Antar Sesama dan Menghilangkan Sifat Kikir.

Allah SWT mewajibkan agar mengeluarkan zakat akan timbul kesadaran bahwa di hari tuanya ada hak orang lain. Kebiasaan zakat akan menimbulkan sikap tolong-menolong.

5. Untuk Menenangkan Hati Orang yang Baru Masuk Islam.

Dengan di syariatkan zakat, orang muallaf meyadari bahwa agama Islam yang mereka anut mempunyai aturan yang begitu lengkap. Dalam kehidupan manusia yang serasi dan harmonis, sebab meraka sendiri orang yang berhak menerima zakat.

C. PENUTUP

Dengan adanya penyusunan tentang hikmah zakat fitrah, kita dapat mengetahui beberapa hal yang harus kita lakukan untuk menjalin solidaritas sesama manusia dan mengamalkan rukun islam yang ke-4.

Kami menyadari bahwa dalam penyusunan artikel ini masih terdapat banyak kekurangan, semoga bermanfaat bagi para pembaca dan pendengar.

Salam

Saya lupa kapan tepatnya membuat kuis berhadiah untuk yang keempat. Yang jelas sudah lama. Dan saya merasa berdosa karena belum mengumumkan pemenangnya. 

Sayang sekali hanya beberapa siswa saja yang ikut dalam kuis ini. Padahal, semuanya boleh ikut. Kan jawabannya mudah. Jangan Lihat hadiahnya. Yang penting partisipasi anda. 

Soal untuk kuis 4 kemarin adalah sebagai berikut:
 Buatlah 1 (satu) pertanyaan berkaitan dengan Sujud Syukur dan Sujud Tilawah yang jawabannya tidak ada di dalam buku paket pelajaran!

dan Berikut adalah jawaban dari para siswa yang mengikuti kuis:

Oktavia dwi umiyati · 9 weeks ago
ayu menjadi seorang makmum , ketika imam membaca ayat sajdah , dan ayu melakukan sujud tilawah , sedangkan imam tidak melakukan sujud tilawah . apakah salat ayu menjadi tidak sah ?
+1
Fadriatul khoiriyah's avatar
Fadriatul khoiriyah · 10 weeks ago
Jika pada waktu salat, makmum mendengar imam membaca ayat sajdah, maka makmum tersebut tetap mengikuti gerakan imam. Apakah ada hadist atau ayat Al Qur'an yang mendasari ketentuan tersebut ? jika ada, Jelaskan !
0
nur haryati 8c's avatar
nur haryati 8c · 11 weeks ago
bersyukur dalam islam wajib hukumnya , baik dengan perbuatan atau ucapan.dan pertanyaan saya selain dgn perbuatan atau ucapan apakah ada cara lain?
0
Zulita L J(8G)'s avatar
Zulita L J(8G) · 11 weeks ago
Tuliskan ayat-ayat yang berkaitan dengan sujud diluar sholat(sujud syukur dan sujud tilawah)
+2
Tisnga A.Kh's avatar
Tisnga A.Kh · 14 weeks ago
Apakah ada dalil tentang hikmah sujud syukur dan sujud tilawah?
1 reply · active 14 weeks ago
0
Uli Nur Azizah (8G)'s avatar
Uli Nur Azizah (8G) · 14 weeks ago
Apakah benar sujud syukur dan sujud tilawah hanya ada di aama islam saja?
0
Uli Nur Azizah's avatar
Uli Nur Azizah · 14 weeks ago
Apakah benar sujud syukur dan sujud tilawah hanya ada di agama islam saja ?
0
's avatar - Go to profile
ika sofia (8G) · 14 weeks ago
Apa hukum sujud syukur pada waktu yang dilarang mengerjakan solat?
0
's avatar - Go to profile
amelia septi s (8G) · 14 weeks ago
Sebutkan Ayat-ayat yang mengandung kesunnahan sujud tilawah!


Dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, saya harus memilih seorang siswa dengan pertanyaan terunik, terlangka, dan terbaik untuk menjadi pemenangnya yang akan mendapatkan hadiah berupa paket buku dan uang.
Berikut adalah pilihan saya:

ika sofia (8G) · 14 weeks ago
Apa hukum sujud syukur pada waktu yang dilarang mengerjakan solat?

SELAMAT! HADIAHNYA DITUNGGU YA!
Yang belum ikut, dan masih belum beruntung, tunggu kuis selanjutnya yang lebih seru! 
Ulangan Harian Bab Zakat
Salam

Musim Hujan, semoga kalian selalu menjaga kesehatan ya. Hem, sudah siap mengerjakan ulangan harian nih? Right! Langsung saja, pahami dulu cara dan ketentuan mengerjakan soal Ulangan Harian Online Bab Zakat ini.

1. Isilah nama, kelas, dan nomor absen sesuai dengan petunjuk.
2. Mulailah mengerjakan soal dengan memilih jawaban yang disediakan.
3. Jika sudah selesai, klik tombol "kirim".
4. Jika anda melihat tulisan: "ANDA TELAH BERHASIL MENGERJAKAN ULANGAN ONLINE...." itu artinya anda sudah berhasil, dan data jawaban anda sudah masuk.
5. Jika belum melihat tulisan tersebut, mungkin ada beberapa yang salah, belum diisi, atau cara pengisiannya salah.
6. Untuk menambah wawasan dan mempersiapkan diri mengikuti UH Online ini, silahkan baca-baca dulu:
1. Materi Zakat (SLIDE)
2. Latihan SOAL BAB ZAKAT
 

Are You Ready?

Ini soalnya....

Terimakasih sudah bersedia meluangkan waktu anda. Jangan lupa untuk meninggalkan jejak, like Fans Page Tinta Guru, dan dengan menulis komentar anda di bawah, atau pada postingan lainnya. salam