Disusun oleh Kelompok : AZ ZAHRA
  • Ahmad Dany S.
  • Ahmad Mukhtar Ali
  • Defiana Rahmawati
  • Fadriatul Khoiriyah
  • Febriyanti Muslimah
 A. Pendahuluan

Sebagai orang muslim, kita selalu terikat oleh aturan haram dan halal dalam memilih makanan, minuman, dan obat. Segala sesuatu yang baik dan bermanfaat bagi tubuh manusia dihalalkan oleh syariat islam, sedangkan segala sesuatu yang mendatangkan madharat dan membahayakan bagi tubuh manusia diharamkan oleh syariat islam. Allah berfirman dalam Q.S. Al A`raf : 157 yang artinya “Allah menghalalkan segala yang baik baik dan mengharamkan segala yang buruk buruk.“ Allah juga berfiman dalam QS.Al Maidah : 90 yang artinya “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (minuman) khamar, judi, berkurban untuk berhala,mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan yang keji. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.“ Dari kedua ayat tersebut dapat disimpulkan bahwa Allah memerintahkan umatnya memakan makanan yang halal,dan melarang memakan makanan yang haram. Dalam syariat islam jika kita berada dalam keadaan darurat maka kita boleh memanfaatkan makanan haram atau minuman haram sebagai obat, namun banyak ulama` yang berpendapat bahwa dalam keadaan darurat sekalipun, dilarang mengonsumsi ataupun memanfaatkan makanan dan minuman haram sebagai obat.

B. Pembahasan

Perbedaan pendapat terjadi dalam menentukan hukum mengonsumsi atau memanfaatkan makanan atau minuman haram sebagai obat ataupun dalam keadaan darurat. Ada tiga pendapat yaitu :
  • # boleh jika dalam keadaan darurat atau sebagai obat
  • # haram atau tidak boleh mengonsumsi atau memanfaatkan makanan dan minuman haram sebagai obat
  • # makruh untuk mengonsumsi atau memanfaatkan makanan dan minuman haram sebagai obat
Kemudian diambil kesimpulan bahwa mengonsumsi atau memanfaatkan makanan dan minuman haram sebagai obat hukumnya adalah makruh.

Syekh Taqiyyudin An Nabhani dalam kitabnya yang berjudul Asy Syaikh Syiyah Alislamiyah telah menjelaskan dimakruhkanya mengonsumsi atau memanfaatkan makanan dan minuman haram sebagai obat dengan menggabungkan dua hadis yang memiliki keterkaitan dalam masalah ini. Disatu sisi ada hadist yang mengharamkan mengonsumsi atau memanfaatkan makanan dan minuman haram sebagai obat, misalnya saat Rasulullah bersabda, “sesungguhnya Allah tidak menjadikan obat bagimu dari apa-apa yang diharamkan“ (HR bukhari dan baihaqi dari ibnu hibban). Rasulullah juga bersabda, “Sesungguhnya Allah telah menurunkan penyakit dan obat dari tiap-tiap penyakit. Hendaklah kalian berobat dan janganlah kalian berobat dengan sesuatu yang diharamkan“ (HR Abu dawud). Disisi lain ada riwayat yang menyatakan bahwa mengonsumsi atau memanfaatkan makanan dan minuman haram sebagai obat hukumnya adalah halal, yaitu saat rombongan dari suku `ukl dan suku Urayanah mendatangi Rasulullah, kemudian ada seorang diantara mereka yang terkena penyakit perut saat masih berada di madinah, kemudian Rasulullah menyuruh mereka mencari segerombolan unta untuk meminum air susunya dan air kencingnya. (HR Muslim)_ menurut kesimpulan dari kedua hadist tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa hukum berobat menggunakan makanan haram adalah makruh. Atas dasar itu maka penggunaan alkohol sebagai obat, sebagai desinfektan klinis, sebagai bahan pelarut obat, atau penggunaan kotoran sebagai bahan terapi, penggunaan bagian tubuh babi sebagai selongsong kapsul dan sebagainya hukumnya adalah makruh.

C. Kesimpulan

Banyak pendapat yang menyatakan mengenai haram atau halalnya berobat dengan menggunakan makanan dan minuman haram. Menurut keterkaitan dua buah hadis telah disimpulkan bahwa mengonsumsi atau memanfaatkan makanan dan minuman haram sebagai obat hukumnya adalah makruh. Jadi kita boleh menggunakan makanan ataupun minuman haram sebagai obat, namun perlu diingat bahwa sesuatu yang makruh jika ditinggalkan akan mendapatkan pahala dari Allah SWT. Jadi sebisa mungkin kita hanya menggunakan bahan-bahan yang suci dalam berobat.

  Referensi
www.yaslaalazhar.org/berobat-menggunakan-makanan-dan-minuman-haram
Buku LKS Fikih kelas 8

baca juga karya siswa lainnya dengan tema yang sama: Berobat Dengan Menggunakan Makanan Yang Haram
tugas siswa: hukum rokok

KELOMPOK AL-AMIRUL

ANGGOTA KELOMPOK :
1. ABI SUFYAN
2. M. DIMAS PUTRA W.S
3. NAFA UMMA
4. SIFAUL BILAD
5. SITI NASIKHATUL M.

A. PENDAHULUAN

Tembakau yang merupakan bahan baku rokok telah dikenal oleh umat Islam pada akhir abad ke-10 Hijriyah, yang dibawa oleh para pedagang Spanyol. Pada dasarnya tidak ada pembahasan khusus di dalam Al-Quran dan hadits tentang status rokok dan merokok. Dalil-dalil nash yang dipakai cenderung tidak persis dan khusus mengarah pada rokok. Oleh karena itu, banyak ulama yang berselisih pendapat tentang hukum rokok. Berikut penjelasan mengenai hukum rokok dalam islam.

B. PEMBAHASAN

1. MUBAH

Semenjak itulah kaum muslimin mulai mengenal rokok. Sebagian kalangan berpendapat bahwa merokok hukumnya boleh atau mubah. Allah SWT berfirman dalam QS. Al Baqarah ayat 29: “Dia-lah Allah, yang telah menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu.” (QS. Al Baqarah: 29).

Ayat tersebut menjelaskan bahwa segala sesuatu yang diciptakan Allah di atas bumi ini halal untuk manusia termasuk tembakau yang digunakan untuk bahan baku rokok. Namun hal ayat ini dianggap kurang kuat karena segala sesuatu yang diciptakan Allah hukumnya halal bila tidak mengandung hal-hal yang merusak dan membahayakan tubuh. Sementara rokok mengandung ribuan racun yang secara kedokteran telah terbukti merusak dan membahayakan kesehatan. Para pakar kesehatan telah menetapkan adanya 3000 racun berbahaya, dan 200 diantaranya amat berbahaya, bahkan lebih bahaya dari Ganja (Canabis Sativa).Bahkan membunuh penggunanya secara perlahan, padahal Allah telah berfirman: “Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.” (QS. An-Nisaa: 29).

2. MAKRUH

Sebagian para ulama dari NU, mempertahankan makruhnya merokok dan tidak mengharamkan merokok, kecuali bagi mereka yang punya penyakit yang akan bertambah parah jika merokok, maka haram hukumnya merokok bagi dia. Sebagian kalangan yang lain juga berpendapat bahwa merokok hukumnya makruh, karena orang yang merokok mengeluarkan bau tidak sedap. Hukum ini diqiyaskan dengan memakan bawang putih mentah yang mengeluarkan bau yang tidak sedap. Sebagaimana ditunjukkan dalam sabda Nabi Muhammad SAW:: “Barang siapa yang memakan bawang merah, bawang putih (mentah) dan karats, maka janganlah dia menghampiri masjid kami, karena para malaikat terganggu dengan hal yang mengganggu manusia (yaitu: bau tidak sedap).” (HR. Muslim).

Namun pendapat ini juga tidak kuat, karena dampak negatif dari rokok bukan hanya sekedar bau tidak sedap. Lebih dari itu menyebabkan berbagai penyakit berbahaya diantaranya kanker paru-paru. Mengingat keterbatasan ulama masa silam dalam memahami dampak kesehatan ketika morokok, mereka hanya melihat bagian luar yang nampak saja. Itulah bau rokok dan bau mulut perokok. Jelas ini adalah tinjauan yang sangat terbatas.

3. HARAM

Sebagian ulama yang lain berpendapat bahwa merokok hukumnya haram, pendapat ini ditegaskan oleh Qalyubi (Ulama Mazhab Syafi’i,). Dalam kitab Hasyiyah Qalyubi ala Syarh al-Mahalli (jilid I, Hal. 69), beliau mengatakan: “Ganja dan segala obat bius yang menghilangkan akal, zatnya suci sekalipun haram untuk dikonsumsi, oleh karena itu para ulama kami berpendapat bahwa rokok hukumnya juga haram, karena rokok dapat membuka jalan agar tubuh terjangkit berbagai penyakit berbahaya”.

Merokok juga pernah dilarang oleh penguasa khilafah Utsmani pada abad ke-12 Hijriyah dan orang yang merokok dikenakan sanksi, serta rokok yang beredar disita pemerintah, lalu dimusnahkan. Para ulama menegaskan haramnya merokok berdasarkan kesepakatan para dokter di masa itu, yang menyatakan bahwa rokok sangat berbahaya terhadap kesehatan tubuh. Ia dapat merusak jantung, penyebab batuk kronis, mempersempit aliran darah yang menyebabkan tidak lancarnya darah dan berakhir dengan kematian mendadak. Selain itu Allah juga telah mengharamkan seseorang untuk membinasakan dirinya melalui firman-Nya:“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.” (QS. Al Baqarah: 195). Ayat tersebut menggunakan bentuk kata untuk pengingkaran/larangan yang bermakna jauhilah perbuatan merusak diri atau mengarah pada bunuh diri. Dalam kaidah Ushul Fiqh disebutkan hukum asli dari sebuah larangan adalah haram. Seperti kalimat jangan kalian dekati zina artinya mendekati saja haram apa lagi melakukannya. Maksudnya, ada dua yang diharamkan dalam ayat ini yakni 1. Berzina, dan 2. perilaku atau sarana menuju perzinahan. Begitu pula ayat ‘Janganlah kalian membunuh diri kalian sendiri’, artinya, yang haram yaitu 1. Bunuh diri, dan 2. Perilaku atau sarana apapun yang bisa mematikan diri sendiri. Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa rokok hukumnya haram

Ditambah lagi, Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya: “Tidak boleh memulai memberi dampak buruk (mudhorot) pada orang lain, begitu pula membalasnya.” (HR. Ibnu Majah no. 2340, Ad Daruquthni 3/77, Al Baihaqi 6/69, Al Hakim 2/66) Dalam hadits ini jelas bahwa perbuatan memberi mudhorot kepada orang lain adalah terlarang. Merokok tidak hanya menimbulkan mudhorot bagi diri sendiri, namun juga orang lain. Bahkan menurut penelitian ilmiah, perokok pasif (orang yang tidak merokok namun tanpa disengaja ia menghirup) juga mendapatkan racun dari asap rokok, dan juga mendapat racun dari udara yang ditiupkan si perokok yang telah bercampur dengan asapnya. Inilah mudharat (kerusakan) yang telah dibuat oleh para perokok aktif kepada orang laindampak yang lebih buruk daripada perokok aktif.

Hasil penelitian kedokteran di zaman sekarang memperkuat penemuan dunia kedokteran di masa lampau bahwa merokok menyebabkan berbagai jenis penyakit kanker, penyakit pernafasan, penyakit jantung, penyakit pencernaan, berefek buruk bagi janin, juga merusak sistem reproduksi, pendeknya merokok merusak seluruh sistem tubuh. Karena itu, sangat tepat fatwa yang dikeluarkan oleh berbagai lembaga fatwa di dunia Islam, seperti fatwa MUI yang mengharamkan rokok.

Dari Abu Hurairah r.a, bahwa Rasulullah SAW bersabdah : “Di antara baiknya Islam seseorang adalah ia meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat.” (HR. Imam At Tirmidzi, ia berkata ‘hasan’. Bulughul Maram, Bab Az Zuhd wal Wara’, hal. 277, hadits no. 1287. Darul Kutub al Islamiyah) tanda baiknya kualitas Islam seseorang adalah ia meninggalkan perbuatan yang tidak bermanfaat. Rokok tidak membawa manfaat apa-apa, kecuali ancaman bagi kesehatan dan jiwa dan pemborosan..sedans dalam QS. Al Isra’ ayat 27 Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah Saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya” Tidak ragu pula, hobi merokok tindakan tabdzir (pemborosan) dan penyia-nyiaan terhadap harta. Mereka tidak mendapatkan apa-apa dari rokok kecuali ketenangan sesaat, bahaya penyakit yang mengancam jiwa, dan terbuangnya uang secara sia-sia. Bahkan, Allah SWT menyebut mereka sebagai saudara-suadara syaitan..

Referensi:
http://www.konsultasisyariah.com/hukum-rokok-dalam-islam/
https://www.facebook.com/MySafetyandHealth/posts/206994706036430
http://www.alkhoirot.net/2012/07/hukum-rokok-dalam-islam.html
http://www.belajar-fiqih.blogspot.com/2014/10/hukum-merokok-dalam-islam.html
https://www.facebook.com/notes/majelis-quran/dalil-dalil-syari-tentang-haramnya-rokok-beserta-jawaban-untuk-para-dai-pembela-/374085703740
http://salafy.or.id/blog/2004/01/11/hukum-merokok-dalam-islam/
http://ridwanaz.com/islami/fiqih/hukum-merokok-dalam-islam-halal-haram-atau-hanya-makruh/ 



baca juga:

Fiqh Khilafiyah NU-Muhammadiyah: Seputar Hukum (Me)Rokok
HUKUM ROKOK DALAM ISLAM ADALAH HARAM ATAU MAKRUH

makanan halal dan haram dalam islam
Tulisan ini disusun oleh sebagai tugas mata pelajaran Fiqih Kelas VIII Semester Genap
DISUSUN OLEH

  • ASHOFI
  • AZKA ADININAJWA
  • OKTAVIA DWI UMIATI
  • PUTRI ROBIATUL ADZEWIYAH
  • MUHSINUN

PENDAHULUAN

Seorang muslim yang baik adalah orang muslim yang taat terhadap ajaran agamanya. Dalam hal makanan dan minuman, seorang muslim harus memperhatikan makanan dan minumanyang dikonsumsi. yakni, tergolong yang halal ataukah haram. Oleh karena itu, sebagai umat islam kita wajib mengetahui ketentuan hukum halal dan haramnya makanan dan minuman.

Makanan dan minuman yang kita konsumsi sehari-hari berasal dari berbagai sumber, seperti tumbuh-tumbuhan dan hewan.

Pada saat megonsumsi makanan, kita tidak boleh sekadar memperhatikan selera dan gizi. Untuk membantu agar rohani kita sehat, makanan harus bersih dan halal.

Segala sesuatu yang baik dan bermanfaat bagi manusia halal dimakan. Yang membahayakan dan mengandung mudharat (merusak) dilarang keras oleh agama.

PEMBAHASAN

1). PENGERTIAN MAKANAN HALAL

Suatu makanan atau minuman disebut halal apabila makanan atau minuman tersebut dinyatakan sah (boleh) dikonsumsi.

Halal ada dua, yaitu halal zatnya dan halal cara memperolehnya.

a). Halal zatnya : berarti makanan dan minuman tersebut berasal dari zat yang halal.

b). Halal cara memperolehnya : berarti makanan dan minuman tersebut diperoleh dengan cara yang benar.

2). JENIS-JENIS MAKANAN & MINUMAN HALAL

Menurut islam, hukum asal semua makanan dan minuman adalah halal, kecuali apabila agama menyatakan haram. Dengan kata lain, semua jenis makanan dan minuman (baik nabati maupun hewani) adalah halal dikonsumsi, kecuali apabila ada ayat Al Qur’an atau hadist yang menyatakan haram.

Adapun jenis makanan yang halal, antara lain :

1). Segala jenis biji-bijian dan buah-buahan yang tidak membahayakan keehatan jasmani dan rohani misalnya : Beras, Jagung, Sagu, Mangga, Pisang, Semangka, dan salak.

2). Segala jenis binatang yang hidup di air misalnya : Ikan Mujahir, Lele, dan semua binatang laut.

3). Segala jenis binatang yang hidup di darat misalnya : Sapi, Kambing, Ayam, dan Unggas.

MANFAAT MAKANAN & MINUMAN HALAL
Allah membuat aturan yang diberlakukan bagi semua makhluk-Nya, termasuk manusia. Salah satu aturan-Nya ialah manusia dapat bertahan hidup karena makan dan minum. Sebagian makanan dan minuman dihalalkan. Sebagian yang lain diharamkan untuk dikonsumsi. Dengan begitu, dapat diketahui bahwamanfaat dihalalkan berbagai makanan dan minuman antara lain sebagai berikut :

manusia dapat bertahan hidup didunia sampai batas yang ditentukan oleh Allah SWT. Dengan begitu, makanan haram dapat ditafsirkan sebagai pemendek usia. Seperti contoh BABI. Dalam daging terdapat cacing pita. Dan jika termakan oleh manusia dapat berakibat fatal.

manusia dapat mencapai ridha Allah SWT dalam hidup karena dapat memilih jenis makanan dan minuman yang baik sesuai petunjuk hukum syara’. Allah SWT mencintai makhluk-Nya yang taat dengan perintahnya dan menjauhi laranganya. Jadi Allah SWT melaknat manusia yang memakan makanan dan minuman yang haram, karena itu berarti manusia telah melanggar larangan Allah SWT.

manusia dapat menghindar diri dari perbuatan dosa, karena manusia telah memelihara dan menjaga diri dari hal-hal yang diharamkan oleh Allah SWT.

manusia dapat terhindar dari akhlak mazmumah, karena manusia memakan dan minuman yang haram dapat mempengaruhi watak dan perangai manusia, karena makanan haram dan minuman akan menodai hati manusia sehingga akan menimbulkan tingkah laku yang tidak baik. Jika kita tidak mengonsumsi makanan haram tidak dapat menjaga kesucian akhlak kita. Karena makanan dan minuman haram akan mempengaruhi mental seseorang menjadi tidak terpuji sepertimudah marah kasar ucapan maupun perbuatanya.

Referensi:

Buku paket fiqih kelas VIII

LKS fiqih kelas VIII
bahaya makanan haram
Disusun oleh Kelompok Al-Hikmah sebagai tugas mata pelajaran Fiqih Kelas VIII Semester Genap

Anggota :
  • Ahmad Yopi Suyitno Pribawanto
  • Ahmad Silahudin
  • Ibnu Maftukhan
  • Latifa Nur Ikrimah
  • Rindi Mukhtiana
  • Vembi Aulia Ekawati

Kata Pengantar

Puji syukur senantiasa kami panjatkan kehadirat Allah Swt atas limpahan rahmat Nya kepada kita semua rasa syukur itu dapat kalian wujudkan dengan cara memelihara lingkungan dan mengarah akal budi untuk memanfaatkan karunia Allah Swt itu dengan sebaik-baiknya seperti halnya dalam makanan, kita sebagai umat muslim harus makan-makanan yang halal bukan makanan yang haram, karena makanan haram adalah setiap makanan yang dilarang oleh Allah yang apabila dimakan pasti akan membawa madharat, mudharat bagi penggunanya baik secara fisik maupun jiwa. Contoh makanan yang haram yaitu: bangkai, darah, daging babi, daging anjing atau semua makanan yang disebutkan dalam firman Allah Swt.
Surah Al-maidah ayat 3 yang Artinya : “Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih bukan atas (nama) Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu sembelih. Dan (diharamkan pula) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan pula) mengundi nasib dengan azlam (anak panah) (karena) itu perbuatan fasik...”

Kami telah menyusun laporan mengenai bahaya makanan haram. Adapun gambarannya yaitu sebagai berikut:

Pembahasan

Madharat (bahaya) Makanan Haram

Berdosa

Orang yang memakan makanan yag diharamkan oleh Allah Swt bebarti melanggar aturan Allah. Orang itu jelas-jelas berdosa, bila tidak bertaubat ia akan mendapat siksa.

Doanya Ditolak

Seorang yang mengkonsumsi jenis makanan yang diharamkan, berakibat ibadah dan doanya tidak diterima oleh Allah Swt.

Memperoleh Ancaman yang Keras dari Allah Berupa Siksa di Akhirat.

Tempat yang pantas setiap daging tulang dan darah yang tumbuh dalam tubuh kita berasal dari makanan yang haram maka tempatnya adalah di neraka jahanam(at-tirmidzi dalam at-targhiibu wa at-tarhiib 3. 17)

Dapat Menimbulakan Bahaya yang Buruk Bagi Kesehatan Jasmani dan Rohani misalnya:

  1. Makan daging babi dapat menimbulkan penyakit yang disebabkan cacing pita.
  2. orang yang suka makan darah memiliki sifat buas, merusak organ tubuh orang yang memakannya dan darah sulit dicerna.

Tidak Masuk Surga

“Tidak akan masuk surga badan yang di beri makan haram “(HR. Baihaqi disohihkan oleh al-Bani)

Laknat Allah

Allah akan melaknat orang yang memakan (pemakai) riba, orang yang memberi riba, dua orang saksi dan pencatat (dalam transaksi riba) mereka sama saja “(HR. Muslim dan Ahmad).

Diperangi Allah dan Rasulnya

Jika kamu melaksanakannya maka umumkanlah perang dari Allah dan Rasulnya, tetapi jika kamu bertaubat maka kamu berhati atas pokok hartamu. Kamu tidak berbuat zalim (mergikan) dan tidak dizalimi dan dirugikan. (QS. Al-baqarah: 279)

Seperti Berzina dengan Ibu Kandung

Dosa riba memiliki 72 pintu, dan yang paling ringan seperti seseorang berzina dengan ibu kandungnya sendiri. (sahih, silsilah sahihah no. 1871).

Bukan Golongan Nabi

Merusak Agama

“Barang siapa yang memelihara perutnya dengan sebaik-baiknya berarti ia telah memelihara agama dengan baik “(ibrahim bin adham).

Penutup

Sebagai manusia yang diciptakan oleh Allah Swt, kita tidak hanya mempunyai nafsu tetapi juga akal, hendaknya kita dalam memenuhi kebutuhan biologis (makan dan minum) harus dengan kaidah-kaidah Islami agar pemenuhan ini memperoleh multi guna yaitu terpenuhi kebutuhan biologis. Badan selamat terhindar dari penyakit akibat salah makan sekaligus berfungsi sebagai aktifitas ibadah yang diridhai Allah, maka dari itu kita mengindari makanan yang haram karena dapat membawa mudharat (bahaya) yang tadi disebutkan.

Daftar Pustaka

Al-Asyar Thobieb. 2002. Bahaya makanan haram bagi kesehatan jasmani dan kesucian rohani.jakarta:PT.Almawardi Prima.

Naniex-meow.blogspot.com ,2013,04,bahaya makanan haram.

Ustad z didik haryanto . copyright.2012 eramuslim.com media islam rujukan.

LKS Fiqih : Penyusun : Tim Thawaf ; Perwajahan : Alfin Grafis ; Ilustrator : Faizal Ramdan, Rahma Mutadi.
bahaya miras dan narkoba
Tulisan ini disusun oleh KELOMPOK AL-GAZALI sebagai tugas mata pelajaran Fiqih Kelas VIII Semester Genap
Anggota Kelompok :

1. ‘Aeni zahro
2. Afni nur laili
3. Asti windi hastuti
4. Fajar lutfi saldian
5. Muhammad iqbal izzat


Pendahuluan

Assalamu’alaikum wr. Wb

Dengan karunia allah SWT sehingga saya dapat membuat laporan fiqih mengenai narkoba dan minuman keras.

Kalian pasti sudah tidak asing lagi dengan narkoba. Sebelum kita membahas mengenai narkoba, sebelumnya kita harus mengetahui apa yang di maksud dengan narkoba? Narkoba adalah narkotika, psitropika, minuman keras DLL.

Narkoba meracuni dan merusak generasi bangsa, kata ini sering kalian dengar. Mengapa demikian? Karena narkoba sangat bahaya jika disalah gunakan. Narkoba memang sangat berbahaya, menurut WHO ( world healty organitation ) mengatakan “ hampir 40-50 orang meninggal dunia akibat narkoba “

Dan narkoba masih menjadi perdebatan diantara ulama, Dan sebagian ulama barpendapat bahwa narkoba itu haram. Dan untuk itu kelompok kami akan menjelaskan lebih jauh mengenai narkoba, kelompok kami juga akan menjelaskan mengenai minuman keras (miras). Apakah hukum tentang kedua barang tersebut dan apa hukuman bagi orang yang menggunakanya serta apa yang dilakukan jika kita melihat orang yang menggunakanya.

Untuk itu ikuti diskusi ini dengan baik agar kalian bisa mengetahui lebih jelas tentang kedua barang tersebut.

Pembahasan

Narkoba adalah bahan alami dan sintetis yang berbahaya dan bisa membuat kecanduan pagi pemakainya. Narkoba ada banyak jenisnya antaranya: narkotika,psitropika,miras,rokok,DLL.

Narkoba itu HARAM, menurut para ulama begitu. Para ulama mengambil sumber dari hadisz nabi Muhammad SAW, beliau bersabdah yang artinya:

“ segala yang memabukan itu haram”. dari hadist tersebut bisa di tarik kesimpulan bahwa apapun yang dapat membut orang kehilangan akalnya berati itu haram. kalau begitu apakah narkoba bisa membuat orang tidak sadar atau hilang akal, jawabanya iya semua narkoba sejatinya memiliki efek yang sama dalam sikologis yaitu menjadikan pemakainya menjadi kehilangan kendali dan ini membuat pemakai narkoba bisa melakukan apa saja bahkan membunuh saudaranya sendiri tanpa memiliki rasa kasihan.

Bagaimana dengan miras? Miras memiliki yang hampir sama dengan narkona yaitu kehilangan kesadaran. Terus bagaimana hukumnya? Jelas haram, berdasarkan hadist diatas sudah sangat jelas bahwa miras itu haram.

Kemudian apa hukuman untuk orang yang menggunakan narkoba atau miras? Dari pemerintah Indonesia bahwa siapa saja yang memakai,memiliki,menyimpan. Akan dikenai hukuman maksimal 20 tahun penjara dan bagi para pengedar akan di kenai hukuman maksimal hukuman mati. Kalau miras maksimal akan di hokum maksimal 15 tahun penjara. TAPI ingat itu baru di dunia bagaimana kalau di akhirat. Allah berfirman bahwa siapapun yang melanggar perintah allah maka neraka dia di tempatkan kelak.

Satu hal lagi jika kalian melihat ada orang yang memakai narkoba atau mengedarkanya segera lapor ke pihak yang bewenang yaitu kepolisian atau jika kalian takut untuk melapor se kepolisian lapor saja ke guru atau arang tua kalian.

Kesimpulan

Kesimpulanya adalah narkoba dan miras sama-sama tidak baik baik kesehatan dan sikologis bahkan allah juga melarangnya. Jadi kawan jangan sampai kalian mencoba apapun tentang narkoba kalian boleh mengenalinya tapi jangan sampai kalian mencoba untuk menggunakanya. Tidak hanya kerugian secara duniawi di akhirat akan lebih berat lagi.

Jauhilah narkoba, kesuksesan tidak di capai dengan narkoba tapi dengan kemantapan hati.
Ulangan Harian Bab Zakat
Salam

Sebelum mulai mengerjakan soal ulangan online bab Pengeluaran Harta di Luar Zakat silahkan dpahami dulu cara dan ketentuan mengerjakan soal berikut ini:

1. Isilah nama, kelas, dan nomor absen sesuai dengan petunjuk.
2. Mulailah mengerjakan soal dengan memilih jawaban yang disediakan.
3. Jika sudah selesai, klik tombol "kirim".
4. Jika anda melihat tulisan: "SELAMAT! ANDA TELAH BERHASIL MENGERJAKAN ULANGAN ONLINE INI DENGAN BAGUS. " itu artinya anda sudah berhasil, dan data jawaban anda sudah masuk.
5. Jika belum melihat tulisan tersebut, mungkin ada beberapa yang salah, belum diisi, atau cara pengisiannya salah.
6. Untuk menambah wawasan dan mempersiapkan diri mengikuti UH Online ini, silahkan baca-baca dulu:
1. Pengeluaran Harta di Luar Zakat
2. Slide: Pengeluaran Harta di Luar Zakat
 

Are You Ready?

Ini soalnya....

Terimakasih sudah bersedia meluangkan waktu anda. Jangan lupa untuk meninggalkan jejak, like Fans Page Tinta Guru, dan dengan menulis komentar anda di bawah, atau pada postingan lainnya. salam