makanan halal dan haram dalam islam
Tulisan ini disusun oleh sebagai tugas mata pelajaran Fiqih Kelas VIII Semester Genap
DISUSUN OLEH

  • ASHOFI
  • AZKA ADININAJWA
  • OKTAVIA DWI UMIATI
  • PUTRI ROBIATUL ADZEWIYAH
  • MUHSINUN

PENDAHULUAN

Seorang muslim yang baik adalah orang muslim yang taat terhadap ajaran agamanya. Dalam hal makanan dan minuman, seorang muslim harus memperhatikan makanan dan minumanyang dikonsumsi. yakni, tergolong yang halal ataukah haram. Oleh karena itu, sebagai umat islam kita wajib mengetahui ketentuan hukum halal dan haramnya makanan dan minuman.

Makanan dan minuman yang kita konsumsi sehari-hari berasal dari berbagai sumber, seperti tumbuh-tumbuhan dan hewan.

Pada saat megonsumsi makanan, kita tidak boleh sekadar memperhatikan selera dan gizi. Untuk membantu agar rohani kita sehat, makanan harus bersih dan halal.

Segala sesuatu yang baik dan bermanfaat bagi manusia halal dimakan. Yang membahayakan dan mengandung mudharat (merusak) dilarang keras oleh agama.

PEMBAHASAN

1). PENGERTIAN MAKANAN HALAL

Suatu makanan atau minuman disebut halal apabila makanan atau minuman tersebut dinyatakan sah (boleh) dikonsumsi.

Halal ada dua, yaitu halal zatnya dan halal cara memperolehnya.

a). Halal zatnya : berarti makanan dan minuman tersebut berasal dari zat yang halal.

b). Halal cara memperolehnya : berarti makanan dan minuman tersebut diperoleh dengan cara yang benar.

2). JENIS-JENIS MAKANAN & MINUMAN HALAL

Menurut islam, hukum asal semua makanan dan minuman adalah halal, kecuali apabila agama menyatakan haram. Dengan kata lain, semua jenis makanan dan minuman (baik nabati maupun hewani) adalah halal dikonsumsi, kecuali apabila ada ayat Al Qur’an atau hadist yang menyatakan haram.

Adapun jenis makanan yang halal, antara lain :

1). Segala jenis biji-bijian dan buah-buahan yang tidak membahayakan keehatan jasmani dan rohani misalnya : Beras, Jagung, Sagu, Mangga, Pisang, Semangka, dan salak.

2). Segala jenis binatang yang hidup di air misalnya : Ikan Mujahir, Lele, dan semua binatang laut.

3). Segala jenis binatang yang hidup di darat misalnya : Sapi, Kambing, Ayam, dan Unggas.

MANFAAT MAKANAN & MINUMAN HALAL
Allah membuat aturan yang diberlakukan bagi semua makhluk-Nya, termasuk manusia. Salah satu aturan-Nya ialah manusia dapat bertahan hidup karena makan dan minum. Sebagian makanan dan minuman dihalalkan. Sebagian yang lain diharamkan untuk dikonsumsi. Dengan begitu, dapat diketahui bahwamanfaat dihalalkan berbagai makanan dan minuman antara lain sebagai berikut :

manusia dapat bertahan hidup didunia sampai batas yang ditentukan oleh Allah SWT. Dengan begitu, makanan haram dapat ditafsirkan sebagai pemendek usia. Seperti contoh BABI. Dalam daging terdapat cacing pita. Dan jika termakan oleh manusia dapat berakibat fatal.

manusia dapat mencapai ridha Allah SWT dalam hidup karena dapat memilih jenis makanan dan minuman yang baik sesuai petunjuk hukum syara’. Allah SWT mencintai makhluk-Nya yang taat dengan perintahnya dan menjauhi laranganya. Jadi Allah SWT melaknat manusia yang memakan makanan dan minuman yang haram, karena itu berarti manusia telah melanggar larangan Allah SWT.

manusia dapat menghindar diri dari perbuatan dosa, karena manusia telah memelihara dan menjaga diri dari hal-hal yang diharamkan oleh Allah SWT.

manusia dapat terhindar dari akhlak mazmumah, karena manusia memakan dan minuman yang haram dapat mempengaruhi watak dan perangai manusia, karena makanan haram dan minuman akan menodai hati manusia sehingga akan menimbulkan tingkah laku yang tidak baik. Jika kita tidak mengonsumsi makanan haram tidak dapat menjaga kesucian akhlak kita. Karena makanan dan minuman haram akan mempengaruhi mental seseorang menjadi tidak terpuji sepertimudah marah kasar ucapan maupun perbuatanya.

Referensi:

Buku paket fiqih kelas VIII

LKS fiqih kelas VIII
bahaya makanan haram
Disusun oleh Kelompok Al-Hikmah sebagai tugas mata pelajaran Fiqih Kelas VIII Semester Genap

Anggota :
  • Ahmad Yopi Suyitno Pribawanto
  • Ahmad Silahudin
  • Ibnu Maftukhan
  • Latifa Nur Ikrimah
  • Rindi Mukhtiana
  • Vembi Aulia Ekawati

Kata Pengantar

Puji syukur senantiasa kami panjatkan kehadirat Allah Swt atas limpahan rahmat Nya kepada kita semua rasa syukur itu dapat kalian wujudkan dengan cara memelihara lingkungan dan mengarah akal budi untuk memanfaatkan karunia Allah Swt itu dengan sebaik-baiknya seperti halnya dalam makanan, kita sebagai umat muslim harus makan-makanan yang halal bukan makanan yang haram, karena makanan haram adalah setiap makanan yang dilarang oleh Allah yang apabila dimakan pasti akan membawa madharat, mudharat bagi penggunanya baik secara fisik maupun jiwa. Contoh makanan yang haram yaitu: bangkai, darah, daging babi, daging anjing atau semua makanan yang disebutkan dalam firman Allah Swt.
Surah Al-maidah ayat 3 yang Artinya : “Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih bukan atas (nama) Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu sembelih. Dan (diharamkan pula) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan pula) mengundi nasib dengan azlam (anak panah) (karena) itu perbuatan fasik...”

Kami telah menyusun laporan mengenai bahaya makanan haram. Adapun gambarannya yaitu sebagai berikut:

Pembahasan

Madharat (bahaya) Makanan Haram

Berdosa

Orang yang memakan makanan yag diharamkan oleh Allah Swt bebarti melanggar aturan Allah. Orang itu jelas-jelas berdosa, bila tidak bertaubat ia akan mendapat siksa.

Doanya Ditolak

Seorang yang mengkonsumsi jenis makanan yang diharamkan, berakibat ibadah dan doanya tidak diterima oleh Allah Swt.

Memperoleh Ancaman yang Keras dari Allah Berupa Siksa di Akhirat.

Tempat yang pantas setiap daging tulang dan darah yang tumbuh dalam tubuh kita berasal dari makanan yang haram maka tempatnya adalah di neraka jahanam(at-tirmidzi dalam at-targhiibu wa at-tarhiib 3. 17)

Dapat Menimbulakan Bahaya yang Buruk Bagi Kesehatan Jasmani dan Rohani misalnya:

  1. Makan daging babi dapat menimbulkan penyakit yang disebabkan cacing pita.
  2. orang yang suka makan darah memiliki sifat buas, merusak organ tubuh orang yang memakannya dan darah sulit dicerna.

Tidak Masuk Surga

“Tidak akan masuk surga badan yang di beri makan haram “(HR. Baihaqi disohihkan oleh al-Bani)

Laknat Allah

Allah akan melaknat orang yang memakan (pemakai) riba, orang yang memberi riba, dua orang saksi dan pencatat (dalam transaksi riba) mereka sama saja “(HR. Muslim dan Ahmad).

Diperangi Allah dan Rasulnya

Jika kamu melaksanakannya maka umumkanlah perang dari Allah dan Rasulnya, tetapi jika kamu bertaubat maka kamu berhati atas pokok hartamu. Kamu tidak berbuat zalim (mergikan) dan tidak dizalimi dan dirugikan. (QS. Al-baqarah: 279)

Seperti Berzina dengan Ibu Kandung

Dosa riba memiliki 72 pintu, dan yang paling ringan seperti seseorang berzina dengan ibu kandungnya sendiri. (sahih, silsilah sahihah no. 1871).

Bukan Golongan Nabi

Merusak Agama

“Barang siapa yang memelihara perutnya dengan sebaik-baiknya berarti ia telah memelihara agama dengan baik “(ibrahim bin adham).

Penutup

Sebagai manusia yang diciptakan oleh Allah Swt, kita tidak hanya mempunyai nafsu tetapi juga akal, hendaknya kita dalam memenuhi kebutuhan biologis (makan dan minum) harus dengan kaidah-kaidah Islami agar pemenuhan ini memperoleh multi guna yaitu terpenuhi kebutuhan biologis. Badan selamat terhindar dari penyakit akibat salah makan sekaligus berfungsi sebagai aktifitas ibadah yang diridhai Allah, maka dari itu kita mengindari makanan yang haram karena dapat membawa mudharat (bahaya) yang tadi disebutkan.

Daftar Pustaka

Al-Asyar Thobieb. 2002. Bahaya makanan haram bagi kesehatan jasmani dan kesucian rohani.jakarta:PT.Almawardi Prima.

Naniex-meow.blogspot.com ,2013,04,bahaya makanan haram.

Ustad z didik haryanto . copyright.2012 eramuslim.com media islam rujukan.

LKS Fiqih : Penyusun : Tim Thawaf ; Perwajahan : Alfin Grafis ; Ilustrator : Faizal Ramdan, Rahma Mutadi.
bahaya miras dan narkoba
Tulisan ini disusun oleh KELOMPOK AL-GAZALI sebagai tugas mata pelajaran Fiqih Kelas VIII Semester Genap
Anggota Kelompok :

1. ‘Aeni zahro
2. Afni nur laili
3. Asti windi hastuti
4. Fajar lutfi saldian
5. Muhammad iqbal izzat


Pendahuluan

Assalamu’alaikum wr. Wb

Dengan karunia allah SWT sehingga saya dapat membuat laporan fiqih mengenai narkoba dan minuman keras.

Kalian pasti sudah tidak asing lagi dengan narkoba. Sebelum kita membahas mengenai narkoba, sebelumnya kita harus mengetahui apa yang di maksud dengan narkoba? Narkoba adalah narkotika, psitropika, minuman keras DLL.

Narkoba meracuni dan merusak generasi bangsa, kata ini sering kalian dengar. Mengapa demikian? Karena narkoba sangat bahaya jika disalah gunakan. Narkoba memang sangat berbahaya, menurut WHO ( world healty organitation ) mengatakan “ hampir 40-50 orang meninggal dunia akibat narkoba “

Dan narkoba masih menjadi perdebatan diantara ulama, Dan sebagian ulama barpendapat bahwa narkoba itu haram. Dan untuk itu kelompok kami akan menjelaskan lebih jauh mengenai narkoba, kelompok kami juga akan menjelaskan mengenai minuman keras (miras). Apakah hukum tentang kedua barang tersebut dan apa hukuman bagi orang yang menggunakanya serta apa yang dilakukan jika kita melihat orang yang menggunakanya.

Untuk itu ikuti diskusi ini dengan baik agar kalian bisa mengetahui lebih jelas tentang kedua barang tersebut.

Pembahasan

Narkoba adalah bahan alami dan sintetis yang berbahaya dan bisa membuat kecanduan pagi pemakainya. Narkoba ada banyak jenisnya antaranya: narkotika,psitropika,miras,rokok,DLL.

Narkoba itu HARAM, menurut para ulama begitu. Para ulama mengambil sumber dari hadisz nabi Muhammad SAW, beliau bersabdah yang artinya:

“ segala yang memabukan itu haram”. dari hadist tersebut bisa di tarik kesimpulan bahwa apapun yang dapat membut orang kehilangan akalnya berati itu haram. kalau begitu apakah narkoba bisa membuat orang tidak sadar atau hilang akal, jawabanya iya semua narkoba sejatinya memiliki efek yang sama dalam sikologis yaitu menjadikan pemakainya menjadi kehilangan kendali dan ini membuat pemakai narkoba bisa melakukan apa saja bahkan membunuh saudaranya sendiri tanpa memiliki rasa kasihan.

Bagaimana dengan miras? Miras memiliki yang hampir sama dengan narkona yaitu kehilangan kesadaran. Terus bagaimana hukumnya? Jelas haram, berdasarkan hadist diatas sudah sangat jelas bahwa miras itu haram.

Kemudian apa hukuman untuk orang yang menggunakan narkoba atau miras? Dari pemerintah Indonesia bahwa siapa saja yang memakai,memiliki,menyimpan. Akan dikenai hukuman maksimal 20 tahun penjara dan bagi para pengedar akan di kenai hukuman maksimal hukuman mati. Kalau miras maksimal akan di hokum maksimal 15 tahun penjara. TAPI ingat itu baru di dunia bagaimana kalau di akhirat. Allah berfirman bahwa siapapun yang melanggar perintah allah maka neraka dia di tempatkan kelak.

Satu hal lagi jika kalian melihat ada orang yang memakai narkoba atau mengedarkanya segera lapor ke pihak yang bewenang yaitu kepolisian atau jika kalian takut untuk melapor se kepolisian lapor saja ke guru atau arang tua kalian.

Kesimpulan

Kesimpulanya adalah narkoba dan miras sama-sama tidak baik baik kesehatan dan sikologis bahkan allah juga melarangnya. Jadi kawan jangan sampai kalian mencoba apapun tentang narkoba kalian boleh mengenalinya tapi jangan sampai kalian mencoba untuk menggunakanya. Tidak hanya kerugian secara duniawi di akhirat akan lebih berat lagi.

Jauhilah narkoba, kesuksesan tidak di capai dengan narkoba tapi dengan kemantapan hati.
Ulangan Harian Bab Zakat
Salam

Sebelum mulai mengerjakan soal ulangan online bab Pengeluaran Harta di Luar Zakat silahkan dpahami dulu cara dan ketentuan mengerjakan soal berikut ini:

1. Isilah nama, kelas, dan nomor absen sesuai dengan petunjuk.
2. Mulailah mengerjakan soal dengan memilih jawaban yang disediakan.
3. Jika sudah selesai, klik tombol "kirim".
4. Jika anda melihat tulisan: "SELAMAT! ANDA TELAH BERHASIL MENGERJAKAN ULANGAN ONLINE INI DENGAN BAGUS. " itu artinya anda sudah berhasil, dan data jawaban anda sudah masuk.
5. Jika belum melihat tulisan tersebut, mungkin ada beberapa yang salah, belum diisi, atau cara pengisiannya salah.
6. Untuk menambah wawasan dan mempersiapkan diri mengikuti UH Online ini, silahkan baca-baca dulu:
1. Pengeluaran Harta di Luar Zakat
2. Slide: Pengeluaran Harta di Luar Zakat
 

Are You Ready?

Ini soalnya....

Terimakasih sudah bersedia meluangkan waktu anda. Jangan lupa untuk meninggalkan jejak, like Fans Page Tinta Guru, dan dengan menulis komentar anda di bawah, atau pada postingan lainnya. salam

Ditulis oleh Kelompok AT-TAQWA dalam rangka mengerjakan tugas fiqih kelas VIII MTs N Wonosobo
Nama Anggota Kelompok : 
A. Dani Sulistianto ( 2 ) 
A. Mukhtar Ali ( 3 ) 
Defiana Rahmawati ( 16 ) 
Fadriatul Khoiriyah ( 17 ) 
Febriyanti Muslimah ( 19 ) 

A. ZAKAT


Zakat merupakan suatu kewajiban bagi umat islam yang dilakukan untuk membersihkan diri dari dosa-dosa. Zakat harus dilakukan dengan ikhlas dan benar, oleh karena itu orang yang ingin berzakat juga dianjurkan untuk mengetahui ketentuan-ketentuan zakat. Zakat dibagi menjadi dua, yaitu :

1. Zakat Fitrah

Zakat fitrah ialah zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap umat muslim setahun sekali yang berupa makanan pokok. Hukum melakukan zakat fitrah adalah wajib bagi setiap umat muslim yang masih hidup saat terbenamnya matahari pada akhir bulan Ramadhan dan mempunyai kelebihan makanan untuk dirinya dan keluarganya sampai hari Idul Fitri.

2. Zakat Mal

Zakat mal ialah zakat yang wajib ditunaikan bagi setiap pemilik harta, satu tahun sekali setelah mencapai nisab (batas minimal harta) dan haul (sudah dimiliki selama setahun). Kewajiban melaksanakan zakat mal terdapat pada Q.S. At-Taubah : 103 yang artinya “Ambilah dari harta mereka zakat untuk membersihkan mereka dan menghapuskan kesalahan mereka”. Harta yang wajib dikeluarkan zakatnya diantaranya uang/emas/perak, harta dagangan(tijarah), harta temuan (rikaz), binatang ternak, hasil pertanian, dan zakat profesi.

Kali ini kita akan membahas tentang zakat hasil pertanian dan zakat profesi.

B. Zakat Hasil Pertanian


Zakat hasil pertanian adalah zakat yang dikeluarkan atas jumlah kekayaan seorang dalam satu musim panen. Tanaman yang wajib dizakati ada dua jenis, yaitu :

a. Biji-bijian -> jenis yang dapat dijadikan makanan pokok dalam keadaan normal (tidak darurat). Seperti jagung, padi, kedelai, kacang hijau dll.

b. Buah-buahan -> jenis buah-buahan yang wajib dizakati hanyalah anggur dan kurma. Hasil pertanian wajib dizakati apabila telah memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

1. Pemilik lahan pertanian itu orang muslim

2. Lahan pertanian itu milik sendiri

3. Harta yang dipanen telah mencapai satu nisab

4. Zakat dikeluarkan setelah panen

Nisab zakat pertanian adalah 5 wasaq = 300 sha` sedangkan 300 sha` sama dengan 825 liter. Jika di alihkan ke timbangan :

* Beras 660 kg (jika berupa gabah maka 1320 kg gabah)

* Jagung 552,750 kg

* Kedelai hijau 618,750 kg

* Kedelai kuning 635,250 kg

* Tolo 606,375 kg

* Kacang hijau 602,250 kg

* Kacang wose 536,250 kg

Kadar zakat yang harus dikeluarkan adalah 10% jika diairi (disiram) dengan air hujan/air sungai dan 5% jika diairi (disiram) menggunakan alat dan biaya.

C. Zakat Profesi


Pada masa Rasulullah saw. masih hidup, beliau tidak menjelaskan tentang masalah zakat profesi. Sebab, pada saat itu belum ada hasil usaha yang diperoleh melalui profesi yang dimiliki oleh seseorang, seperti dokter, notaris, akuntan, konsultan, pengacara, dosen/guru, pegawai dll. Jika ada maka jumlahnya masih sedikit. Karena tidak adanya nash yang jelas, para ulama` berusaha untuk berijtihad dalam menentukan ketentuan-ketentuan zakat profesi. Dalam Q.S. Al-Baqarah : 267 Allah swt berfirman yang artinya ”Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (dijalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik ”

Dalam ayat ini dituliskan ”hasil usahamu yang baik ” memiliki makna yaitu semua usaha yang baik, halal, dan harus dikeluarkan zakatnya. Jadi, kadar zakatnya sama dengan kadar zakat uang/emas/perak yaitu 2,5% dari hasil yang didapatkan dari pekerjaan (profesi tersebut), jika telah mencukupi kebutuhan keluarganya, tetapi jika belum memenuhi kebutuhan primer keluarganya, maka tidak diwajibkan zakat tetapi tetap dianjurkan bersedekah sesuai kemampuanya. Sedangkan nisab zakat profesi adalah sama dengan nisab uang/emas yaitu 93,6 gram emas (yang aka dikonversikan sebagai emas, sesuai harga emas tiap gram pada saat itu).

D. PENUTUP


Zakat merupakan rukun Islam yang ke-4, dan hukum zakat adalah wajib. Oleh karena itu, marilah kita sebagai umat islam untuk menunaikan zakat sesuai ketentuan. Demikianlah yang dapat kami sampaikan. Semoga yang kami sampaikan dapat bermanfaat. Kurang lebihnya mohon maaf.

Ditulis oleh KELOMPOK AL-IMAN 
ANGGOTA KELOMPOK :
1. ABI SUFYAN
2. M. DIMAS PUTRA W.S
3. NAFA UMMA
4. SIFAUL BILAD
5. SITI NASIKHATUL M
Madrasah Tsanawiyah NegeriWonosobo Jl. Banyumas km. 04

A. PENDAHULUAN


Zakat merupakan bentuk kepedulian dalam membentuk perekonomian umat yang lebih kuat. Zakat merupakan rukun islam. Oleh karena itu, zakat harus dilaksanakan oleh orang islam yang telah memenuhi ketentuan.

Zakat dibagi menjadi dua, yaitu zakat fitrah dan zakat mal. Zakat fitrah adalah zakat berupa makanan pokok yang wajib ditunaikan oleh setiap jiwa satu tahun sekali. Sedangkan zakat mal adalah zakat berupa harta yang wajib ditunaikan (dikeluarkan) bagi pemilik harta setiap setahun sekali.

B. PEMBAHASAN


Zakat termasuk ibadah mahdad, yakni ibadah yang sudah diatur secara rinci tata cara pelaksanaannya, termasuk yang berhak menerimanya. Orang yang menerima zakat adalah mustahik zakat. Di dalam surah At-Taubah ayat 60 disebutkan tentang delapan golongan yang berhak menerima zakat yaitu :

1. Golongan oang-orang fakir

2. Golongn orang-orang miskin

3. Golongan orang-orang yang mengurus zakat (amil zakat)

4. Golongan mualaf

5. Golongan hamba sahaya

6. Golongan orang yang berhutang atau gharim

7. Golongan orang yang sedang berjuang dijalan Allah atau fisabilillah

8. Golongan orang yang sedang daalam perjalanan atau ibnu sabil

Selain delapan golongan tersebut juga terdapat penjelasan dari imam syafi’i sebagai berikut :

1. Fakir adalah orang yang tidak mempunyai harta dan pekerjaan (mempunyai harta atau pekerjaan), tetapi hanya dapat mencukupi setengah keperluan hidupnya (sangat kekurangan).

2. Miskin adalah orang memepunyai harta dan pekerjaan, tetapi tidak mampu mencukupi keperluan hidupnya (serba kekurangan)

3. Amil adalah orang yang ditetapkan oleh pemerintah untuk bekerja mengumpulkan dan membagikan zakat, sedangkan ia tidak dapat upah selain zakat.

4. Mualaf adalah orang yang baru masuk islam sehingga imannya dikhawatirkan belum kuat.

5. Riqab (budak) adalah orang yang sudah dijajanikan oleh pemiliknya bahwa ia boleh menebus dirinya. Jadi, budak itudiberi zakat untuk menebus kemerdekaan dirinya.

6. Garim adalah orang yang banyak mempunyai utang.

7. Sabilillah adalah orang yang ikut berperang membela agama allah melawan orang-orang kafir, sebagian ulama mengartikan sabilillah dengan suatu kemaslahatan (kebaikan) pada umumnya yang diridhoi oleh Allah.

8. Ibnu sabil adalah orang yang sedang mengadakan perjalanan (musafir) dalam rangka mencari ridha Allah.

Dari penjelasan diatas, kedelapan golongan tersebut lebih diutamakan sebagai penerima zakat mal. Adapun penerima zakat fitrah diutamakan bagi orang yang fakir dan miskin.

C. SUMBER

Buku pendamping “IQBAL” FIQIH kelas VIII
Buku memahami FIQIH kelas 2