Aku Datang Untuk Belajar?

M. Yusuf Amin Nugroho

Di hampir tiap sekolahan terdapat tulisan, “AKU DATANG UNTUK BELAJAR”, Di MTs Negeri Wonosobo tulisan tersebut tertera di pintu gerbang masuk sekolahan. Hayo, apakah kalian pernah melihatnya? Tentu pernah, berkali-kali mungkin. Nah, apakah yang kalian pikirkan ketika membaca tulisan itu?

Niat, Nak. Kalian tahu ‘kan betapa pentingnya niat? Dulu, ketika awal mendaftar di MTs N Wonosobo, kamu mungkin sudah berniat akan sungguh-sungguh belajar, menuntut ilmu, bukan cuma mencari teman dan ijazah. Atau mungkin setiap kamu pamitan berangkat sekolah, dua orangtuamu akan mengingatkan untuk belajar yang rajin di sekolah. Namun perlahan, seiring dengan berjalannya waktu dan peristiwa niatmu menjadi pudar, terlupakan. Dengan membaca tulisan itu, kamu akan kembali disadarkan untuk kembali menebalkan niat. Kamu akan kembali diingatkan dengan tujuan kamu datang ke sekolah. Sebuah tujuan yang sangat mulia.

“BELAJAR!” Patrilah niat untuk belajar dalam dada. Jika sudah, maka aplikasikan atau wujudkan niatmu dalam bentuk perbuatan. Memang, sekian godaan, baik yang berasal dari dadamu, ataupun yang dihembuskan oleh syetan, tak akan mendiamkanmu khusuk menuntut ilmu. Dan memang demikian, hidup adalah perang, perang melawan nafsu kita sendiri. Nafsu kita plus bujukan syetan (yang berwujud jin atau manusia) akan menghasilkan energi negatif yang jika tidak kita perangi, cepat atau lambat akan membawa kita ke lembah kegagalan, di dunia maupun di akhirat.

Maka, ketika bel masuk melengking untuk pertama kali, segeralah kamu mengingat Allah. Untunglah di sekolah kita, sebelum mengawali pelajaran, terlebih dulu memanjatkan doa bersama diteruskan dengan taddarus Juz Amma’ selama seperempat jam. Betapa ayat-ayat al-Qur’an—kamu wajib percaya—jika kita baca dengan sungguh-sungguh, akan membuat hati kita terlindungi dari bujuk rayu Syetan, akan membuat nafsu lawwamah kita melemah. Karena itu, hayati, nikmati, dan rasakan kedahsyatan energi ayat-ayat al-Qur’an yang kamu baca niscaya kamu akan lebih mantap dan siap untuk BELAJAR. Ingatlah orangtuamu, betapa mereka mengharapkan kamu menjadi makhluk yang berilmu. Ingatlah negerimu, yang sangat membutuhkan generasi berakhlak dan berilmu. Ingatlah Allah, Nak, yang senantiasa akan menemani orang yang sungguh-sungguh menuntut ilmu!

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »