clip_image002

STANDAR KOMPETENSI

3. Melaksanakan tatacara adzan, iqamah, shalat jamaah

KOMPETENSI DASAR

3.1.Menjelaskan ketentuan adzan dan iqamah

3.2.Menjelaskan ketentuan shalat berjamaah

3.3.Menjelaskan ketentuan makmum masbuk

3.4.Menjelaskan cara mengingatkan imam yang lupa

3.5.Menjelaskan cara mengingatkan imam yang batal

a. TANBIH

حَيَّ عَلىَ الصَّلاَة

Mari kita dirikan shalat

b. IFTITAH

Muslim yang taat dan baik adalah mendahulukan panggilan Allah dari pada panggilan lainnya. Sebagai tanda telah masuknya waktu shalat seorang muazdin melantunkan adzan sebagai panggilan dari Allah SWT untuk melaksanakan shalat berjamaah. Kemudian dikumandangkan iqomah sebagi seruan bahwa shalat berjamaah segera dimulai.

A.Pengertian, Hukum Adzan dan Iqamat

Adzan adalah tanda bahwa waktu shalat fardhu telah tiba. Adzan juga merupakan panggilan bagi kaum muslimin untuk melaksanakan shalat secara berjamaah. Sedangkan Iqamah adalah petanda bahwa shalat berjamaah akan segera dimulai.

Hukum adzan dan iqamah adalah fardhu kifayah bagi laki-laki. Dengan kata lain, adzan dan iqamah hendaknya dilakukan oleh seorang laki-laki kecuali jika shalat jamaah yang akan dilaksanakan semuanya terdiri atas kaum perempuan, maka perempuan boleh mengumandangkan adzan. Adzan dan iqamah hanya di lakukan pada shalat lima waktu dan shalat jum'at.

Perlu ingat !

Adzan adalah panggilan shalat bahwa waktu shalat telah tiba, sedangkan hukum adzan dan iqamah adalah fardhu kifayah bagi laki-laki

a. Syarat sahnya adzan

1. Hendaknya adzan dibaca secara berurutan dan bersambung

2. Dilakukan setelah masuknya waktu shalat

3. Mu`adzin adalah seorang muslim, laki-laki, amanah, berakal, adil, baligh atau tamyiz

4. Hendaknya adzan diucapkan dengan bahasa arab demikian pula dengan iqamah.

b. Lafadz adzan

Allah Mahabesar Allah Mahabesar

َالله ُ أَكْبَرُ الله ُ أَكْبَرُ

Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan sealain Allah (2X)

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ, أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ

Saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah (2X)

أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ, أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

Mari kita mendirikan shalat(2X)

حَيَّ عَلىَ الصَّلاَة, حَيَّ عَلىَ الصَّلاَةِ

Mari kita meraih kemenangan (2X)

حَيَّ عَلىَ الْفَلاَحِ, حَيَّ عَلىَ الْفَلاَحِ

Allah Mahabesar Allah mahabesar

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ

Tidak ada Tuhan selain Allah

لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ

Khusus pada adzan shubuh, sebelum muadzin melafalkan bacaan takbir akhir, membaca bacaan :

اَلصَّلاَةُ خُيْرٌ مِنَ النَّوْمِ, اَلصَّلاَةُ خُيْرٌ مِنَ النَّوْمِ

c. Lafadz Iqamah

Iqamah adalah panggilan bahwa shalat akan segera dimulai, jamaah agar bersiap diri untuk melakukan shalat bersama-sama. Hukum iqamah adalah sunah, baik bagi yang berjamaah maupun perseorangan.

Iqamah disunnahkan berurutan dan bersambung seperti yang terdapat pada salah satu lafadz berikut ini :

Allah Maha Besar Allah Maha Besar

َاللهُ أَكْبَرُ - اللهُ أَكْبَرُ

Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ

Saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah

أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

Mari kita mendirikan shalat

حَيَّ عَلىَ الصَّلاَةِ

Mari kita meraih kemenangan

حَيَّ عَلىَ الْفَلاَحِ

Sesungguhnya shalat akan segera dimulai

قَدْ قَامَتِ الصَّلاَةُ, قَدْ قَامَتِ الصَّلاَة

Allah Maha Besar Allah Maha Besar

َاللهُ أَكْبَرُ ،َاللهُ أَكْبَرُ

Tidak ada Tuhan selain Allah

لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ

Keterangan :

Orang yang lebih utama melakukan iqamat adalah orang yang adzan.

d. Bacaan yang diucapkan oleh orang yang mendengar adzan

Disunnahkan bagi orang yang mendengarkan adzan baik laki-laki maupun wanita untuk :

1. Mengucapkan seperti yang diucapkan mu'adzzin agar mendapat pahala seperti dia kecuali dalam bacaan hayya alas shalat, dan hayya alal falah orang yang mendengarkannya mengucapkan laa hawla wala quwwata illa billahil `aliyyil adzim.

2. Setelah adzan selesai disunnahkan untuk bershalawat kepada nabi dengan pelan bagi yang adzan maupun yang mendengar.

3. Disunnahkan membaca do`a ketika selesai mendengar adzan :

اَللّهُمَّ رَبَّ هذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ، وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ، آتمُحَمَّدَانِ الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا الَّذِي وَعَدْتَهُ إِنَّكَ لاَ تُفْلِحُ الْمِعَادُ

Artinya : “Ya Allah Tuhan yang memiliki seruan yang sempurna ini, dan shalat wajib yang didirikan, berikanlah kepada Muhammad al-wasilah (derajat di surga) dan fadhilah, serta bangkitkanlah dia dalam maqam yang terpuji yang telah Engkau janjikan). Maka dia berhak mendapat syafaatku di hari kiamat.

e. Hikmah disyari'atkannya adzan dan iqamah

1. Adzan merupakan pemberitahuan tentang masuknya waktu shalat dan mengajak untuk shalat berjamaah yang mengandung banyak kebaikan.

2. Adzan merupakan peringatan bagi orang yang lalai, mengingatkan orang-orang yang lupa menunaikan shalat yang merupakan nikmat yang paling besar, dan mendekatkan seorang hamba kepada tuhannya dan inilah keuntungan yang sebenarnya, adzan adalah panggilan bagi seorang muslim agar tidak terlewatkan baginya nikmat ini.

3. Iqamah merupakan pemberitahuan bahwa shalat segera akan dimulai.

 

Sumber: Arif Hanafi,S.Ag.M.Pd, Buku Pembelajaran Mata Pelajaran Fiqih Kelas VII Semester Ganjil, Departemen Agama Madrasah Tsanawiyah (MTs) Propinsi Jawa Tengah 2009.

Posting terkait fiqih7