Pengalihan Utang Kepada Pihak Lain (IX A- Al-Ghazali

 
 
Kelompok 4 : Al ghazali
Anggota kelompok : Annisa lestari
                                Chuliyyatul Jannah
                                Irma Latifah
                                Rita anggraeni
                                Sofiatun
                                Vivi anggraini
Kelas : IX A



 BAB I
PENDAHULUAN
  1. LATAR BELAKANG
Karena guru memberikan peranan yang penting dalam dunia pendidikan islam oleh karena dalam pendidikan seorang guru harus memberikan pemahaman secara komprefensif berasaskan alqur’an dan al hadist agar anak didik dapat mengamalkan apa yang telah mereka dapatkan.
Oleh sebab itu kami akan membahas hukum islam yang berkenan dengan fiqih muamalah yang akan membahas tentang hawalah, yang meliputi pengertian, syarat, rukun, landasan hukum, macam-macam hawalah, dan hal-hal yang membatalkan akad hawalah.

BAB II
PEMBAHASAN
  1. PENGERTIAN HAWALAH
Hawaalah adalah pemindahan kewajiban penmbayaran hutang dari orang membayar hutang
(AL MUHIL) kepada orang yang berhutang lainnya (ALMUHTAL ALLAIH)
  • Menurut idris ahmad hawalah adalah semacam :”semacam akad ijab kabul pemindahan utang dari tanggugan seorang yang berhutang kepada orang lain di mana orang lain itu mempunyai hutang pula kepada yang memindahkan.
  1. Dasar hukum hawalah
Hukum hawalah adalah mubah berdasarkan sabda rasullah yang artinya:”Merperlambat pembayaran hutang yang di lakukan oleh orang kaya merupakan perbuatan orang lain jika salah seorang kamu di ahlikan kepada orang yang mudah membayar hutanng maka hendaknya ia berani (H.R al jama’ah)
Hawalah di perbolehkan kepada hutang yang tidak berbentuk barang, benda karna hawalah adalah pemindahan hutang.
  1. Macam-macam hawalah mashabhanafi membagi hawalah menjadi beberapa bagian:
  1. Hawalah al haqq
  2. Hawalah ad-dain
  3. Hawalah al-muqoyyadah
  4. Al-mutlaqah

  1. Rukun hawalah
  2. Menurut ulama hanafiah rukun hawalah adalah :
    1. IJAB (pernyataan melakukan hiwalah) dari pihak pertama .
    1. QABUL(pernyataan menerima hiwalah) dari pihak kedua dan ketiga .
Sedangkan menurut Jumhur ulama yang terdiri dari Malikiyah,safi’inya dan hanabillah, rukun hawalah ada 6 yaitu :
A . pihak pertama
B Pihak kedua
C pihak ketiga
D Utang pihak pertama kepada pihak kedua
E Utang pihak ketiga kepada pihak pertama
F Shigat(pernyataan hiwalah

4.Syarat-syarat hawalah
Syarat-syarat pihak pertama yaitu :
    1. Balig dan berakal
    2. Ada pernyataan persetujuan
                       Syarat-syarat pihak kedua :
    1. Balig dan berakal
    2. Adanya persetujuan pihak kedua terhadap pihak pertama yang melakukan hiwalah,atas pertimbangan kebiasaan orang dalam membayar hutang berbeda-beda .

Syarat-syarat pihak ketiga :
      1. Balig dan berrakal .
      2. Menuru hanafi mensyaratkan adanya pernyataan persetujuan dari pihgak ketiga,sedangkan Madzab lainya tidak mensyaratkan hal itu .

5.JENIS-JENIS HAWALAH .
a. Hawalah muthliaqoh : terjadi jika orang yg berhutang kepada orang lain di alihkan ke pihak ketiga .
b. Hawalah muqoyyadah : terjadi jika muhil mengalihkan hak penagian muhqi

kepada muhay allah .
C.BERAKHIRNYA AKAD HAWALAH .
1. karena di batalkan
2. hilangnya hak muhal alaih karena meninggal dunia
3. jika muhal al lail telah melaksanakan kewajibannya kepada muhai ini berarti akad hawalah benar benar sudah di penuhi oleh semua pihak .
4. pihak kedua membebaskan pihak ketiga dari kewajiban nya untuk membayar utang yang di alihkan itu .

BAB III
KESIMPULAN

A.secara etimologi al hawalah berarti pengalihan,pemindahan,perubahan warna kulit,memikul sesuatu di atas pundak .
sedangkan secara terminologi al hawalah adalah pemindahan kewajiban membayar hutang dari orang membayar hutang(al Muhil) kepada orang yg berhutang lainnya (al muhtal alaih)
B.Rukun hawalah adalah : Ijab,Qabul .
Hawalah di bagi menjadi 4 :
a.Hawalah al haqq .
b.Hawalah ad-dain
c.Hawalah al muqoddayyah
d.Hawalah al muthlaqah .
C.Salah satu hal yg membatalkan Hawalah ialah : Salah satu pihak yang sedang melakukan akad itu mem-faskh(membatal kan) akad hawalah sebelum akad itu berlaku secara tetap ,dengan adanya pembatalan akad itu , pihak kedua kembali berhak menuntut pembayaran utang kepada pihak pertama .

DAFTAR PUSTAKA .
T.Ibrahim dan H.Darsono 2009,penerapan fiqih untuk kelas 9 .
Http ://mindafantastic.blogspot
Nor Hadi.2008,Ayo memahami fiqih untuk kelas 9
---------------------------
 

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »