UPAH DAN MANFAATNYA (9B- Relax)

tugas dan karya siswa tinta guruTUGAS FIQIH

NAMA KELOMPOK RELAX :

1. CANRINKA SEPTIYA N

2. FAHRUNNISA R.D

3. RAMADHANI PUSPITASARI

4. REZKI KRIS Y

5. SHEILA ATIKA HAFSHA

6. SITI MUTMAINAH

 

 

KATA PENGANTAR

Allhamdulillah, kami panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT. Berkat rahmat hidayah serta inayahnya kami dapat menyelesaikan tugas fiqih dengan baik.

Kami sangat berharap rangkuman ini dapat berguna bagi pembaca, serta menambah wawasan dan pengetahuan tentang pengertian dan manfaat upah.

Semoga rangkuman ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya rangkuman yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya.

Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohan kritik dan saran yang membangun demi perbaikan yang akan datang

Wonosobo, Januari 2014

Penulis

BAB I PENDAHULUAN

a. Latar Belakang

Latar belakang karya tulis ini adalah untuk mengetahui apa pengertian upah serta manfaat upah. Dan semoga kami dapat memberi tahu informasi yang belum diketahui orang sebelumnya, dan kami berharap rangkuman ini dapat bermanfaat bagi para pembaja.

b. Rumusan Masalah

1. Apa pengertian Upah ?

2. Apa manfaat upah ?

c. Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan karya tulis ini adalah untuk melaksanaka tugas yang telah diberikan guru fiqih kami yaitu Bp Yusuf Amin SA.g. Serta kami berharap agar karya tulis ini dapat menjadi inspirasi bagi para pembaca.

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Upah

Upah sering disebut juga dengan ujrah. Upah menurut bahasa yaitu balasan dan

sedangkan menurut istilah Upah adalah pemberian sesuatu barang atau uang kepada seseorang yang telah bekerja untuk orang lain sebagai imbalan balas jasa atas pekerjaan yang telah dikerjaknnya.

Sebagian ulama ada yang memperbolehkan seseorang untuk mengambil ujrah (upah). Meskipun upah mengajarkan Al-Qur’an.

Firman Allah :

وَإِذَا طَلَّقْتُمُ النِّسَاءَ فَبَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَلَا تَعْضُلُوهُنَّ أَنْ يَنْكِحْنَ أَزْوَاجَهُنَّ إِذَا تَرَاضَوْا بَيْنَهُمْ بِالْمَعْرُوفِ ۗ ذَٰلِكَ يُوعَظُ بِهِ مَنْ كَانَ مِنْكُمْ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۗ ذَٰلِكُمْ أَزْكَىٰ لَكُمْ وَأَطْهَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Apabila kamu mentalak isteri-isterimu, lalu habis masa iddahnya, maka janganlah kamu (para wali) menghalangi mereka kawin lagi dengan bakal suaminya, apabila telah terdapat kerelaan di antara mereka dengan cara yang ma´ruf. Itulah yang dinasehatkan kepada orang-orang yang beriman di antara kamu kepada Allah dan hari kemudian. Itu lebih baik bagimu dan lebih suci. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.(QS. al-Baqarah : 232)

Rasulullah SAW bersabda :

أُعْطُوْا الاْجِيْرَ أَجْرَهُ قَبْلَ اَنْ يَجِفَّ عَرَقُهُ (رواه ابن ماجه

Artinya : "Berikanlah upah kepada karyawan lpekerja sebelum keringatnya kering". (HR. Ibnu Majah)

B. Hukum Upah

Upah itu merupakan hak pekerja yang harus dibayarkan sesuai dengan apa yang telah dikerjakan seseorang atau dengan jenis pekerjaannya. Dalam islam kita tidak boleh menunda-nunda pembayaran upah.

Dalam islam jika seseorang memberikan upah kepada pekerja yang ia pekerjakan hukumnya ialah mubah (boleh). Apabila seseorang yang telah selesai melakukan atau mengerjakan sesuatu yang merupakan kepentingan orang lain maka orang yang mendapatkan imbalan atau jasa setelah aqad hukumnya ialah wajib untuk memberikan upah kepada orang yang telah bekerja untuknya.

C. Dosa Orang Yang Tidak Membayar Upah Pekerja

Dari Abu Hurairah RA dari Nabi SAW. Beliau bersabda “Allah ta’ala berfirman : Ada 3 golongan yang pada hari kiamat (kelak) aku akan menjadi musuh mereka (pertama) seorang laki-laki yang mengucapkan sumpah karena aku kemudian ia curang (kedua) seorang laki-laki yang menjual seorang merdeka, lalu dimakan harganya , dan (ketiga) seorang laki-laki yang mempekerjakan seorang buruh lalu sayang buruh mengerjakan tugas dengan sempurna, namun dia tidak memberi upahnya.

(Hasan Irwa – ul Ghalil no : 1489 dan Fathul Bari 111 : 417 no : 2227)

D. Manfaat Upah

1. Bagi Penerima Upah

a. Sebagai penghasilan halal karena diberikan secara ikhlas oleh pemilik pekerjaan.

Contoh : Suatu hari ibu Sila membutuhkan pekerja untuk mengurus anaknya. Ibu Ijah berminat menjadi baby sister dirumah ibu Sila. Ibu Ijah berminat untuk membantu karena pekerjaan itu merupakan pekerjaan yang halal.

b. Dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Contoh : Ada seorang yang tidak dapat memenuhi kebutuhannya, sehingga dia bekerja untuk orang lain dengan ikhlas dan halal, dan sebagai imbalannya orang yang memperkerjakannya member upah akhirnya segala kebutuhannya dapat terpenuhi.

2. Bagi Pemberi Upah

a. Melatih sikap atau mental untuk menghargai pihak lain.

Contoh : Orang yang memperkerjakan orang lain pastinya akan member upah bagi pekerjanya. Karena dengan diberi upah, orang yang memperkerjan orang lain untuk menghargai pekerjaanya.

b. Disenangi oleh pihak lain

Contoh : Bisa membagi hasil kepada orang lain, dengan cara memberi upah dan memberi pekerjaan kepada orang lain.

c. Menjalin hubungan batin antara pemilik pekerjaan dan pekerja

Contoh : Orang yang bekerja di orang lain pasti akan dekat dengan keluarga yang member pekerjaan. Oleh karena itu dapat menjalin hubungan antara pemilik dan pekerja.

Tidak memberikan upah kepada orang yang telah bekerja adalah perbuatan dzolim, dan termasuk makan harta orang lain, dengan cara bathil. Orang yang memakan harta orang lain dengan bathil diibaratkan Allah sama dengan makan api.

BAB III PENUTUP

· KESIMPULAN

Upah merupakan hak (imbalan) orang yang sudah bekerja untuk orang lain dan dierikan secara ikhlas. Orang yang mempekerjakan harus membayar upah kepada orang yang bekerja. Dan islam menganjurkan agar membayar upah kepada orang yang bekerja.

DAFTAR PUSTAKA

Hadi, solikhul. 2006. Fiqih. Solo : CV Indonesia Jaya.

http://alislamu.com /muamalah/11- jual - beli/267- bab – ijarah - upah.html

http://www.siswa.tintaguru.com/2013/08/upah.html?=1

Rasjid H. sulaiman. 1993. Fiqih Islam. Bandung : Trigendi Karya.

H. Darsono.2008. Penerapan Fiqih 3. Solo: PT TIGA SERANGKAI PUSTAKA MANDIRI.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »