Tentang Kenaikan Kelas dan Lain-lain

Bismillah

Anak-anakku yang sekaligus menjadi kawan-kawanku, semoga senantiasa dalam lindungan Allah Swt. Bagaimana kabar antum? Liburan sudah ke mana saja nih? Baru 4 hari libur, tapi rasanya lama banget ya. Sudah ingin masuk lagi. Begitulah saya, juga mungkin teman-teman. Kalau sudah masuk rasanya ingin libur, gantian libur eh pengen masuk. Hem, meski liburan bukan berarti kita berhenti belajar kan? Ada yang mengatakan, Tiada Hari Libur Tanpa Kerja. Ya, sebab bekerja, belajar, tidak tergantung pada tempat dan waktu. Seumur-umur kita bekerja, sampai mati kita terus belajar.

Ohya, bagaimana dengan nilai raportmu? Raport itu kan hasil belajar yang kemudian diwujudkan dalam bentuk angka-angka. Nilai 7 itu cukup, 8 itu baik, 9 sangat baik, dan 10 sempurna. Kalau melihat nilai fiqih di semester genap kemarin sih, rata-rata mendapatkan angka antara 80-90, artinya memang mayoritas udah baik. Tetapi saya selaku guru sekaligus orang tuamu di sekolah masih sering merasa bersalah. Kenapa? Saya merasa masih kurang maksimal dalam mendampingi kalian belajar. Dan saya sudah mohon maaf kepada kalian di depan kelas kan. Semoga Allah juga mengampuni saya.

Mungkin juga perlu antum ketahui bahwa untuk tahun pelajaran 2013/2014 ini MTs Negeri Wonosobo berhasil meluluskan 100 persen Kelas IX. Sementara untuk kelas VII ada tujuh anak yang tidak naik, dan kelas VIII ada 2 anak yang tidak naik. Dibandingkan dengan tahun kemarin, dilihat dari jumlah anak yang tidak naik kita mengalami kemajuan karena jumlanya lebih sedikit. Semoga ini benar-benar merupakan tanda bahwa memang ada peningkatan prestasi belajar di Madrasah kita.

Kalau toh belum naik, sebenarnya bukan berarti dikau bodoh. Sungguh bukan itu. Ada banyak faktor yang membuat seorang siswa tidak naik kelas. Selain nilai akademis (mata pelajaran), juga nilai kepribadian dan akhlak. Sedikit bocoran nih, bahwa proses pemutusan naik atau tidak naik, tidak ditetapkan oleh satu orang guru, wali kelas misalnya. Tetapi diputuskan secara bersama dalam RAPAT PENEGAS. Rapat ini dihadiri oleh semua dewan guru dan kepala madrasah. Kadang-kadang terjadi tarik ulur juga antara guru satu dengan guru yang lain. Satu guru menginginkan naik dengan alasan begini begitu, sementara guru yang lain menginginkan tidak naik karena begini dan begitu. Itu sangat wajar. Demokrasi kan boleh beda. hehe...

Yang jelas, hasil keputusan rapat penegas tersebut saya kira adalah hasil yang terbaik karena merupakan keputusan dari sebuah musyawarah. Dan tentunya seorang siswa yang tidak naik mesti menerimanya, menyadari, untuk kemudian dapat berbuat lebih baik lagi.

Dan bagi antum yang sudah naik, syukuri! Tidak hanya dengan alhamdulillah dong! Melainkan dengan berbuat lebih baik lagi dan lagi. Sekadar catatan, antum tidak boleh terlalu GR (gede rumangsa), terlalu bangga, merasa diri sudah pintar hanya karena sudah naik kelas. Berbangga diri adalah penyakit yang dapat membuat manusia menjadi bodoh! Karena itu, yuk kita tingkatkan lagi kerja dan belajar kita.

Sampai jumpa di kelas yang baru, dengan teman-teman baru, semangat baru, serta sepatu, buku dan tas (mungkin juga) baru.

Salam


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »