Puasa 6 Hari di Bulan Syawal: Hikmah dan Ketentuannya

puasa syawal

Puasa Sunnah Syawal - Bulan Ramadhan dijepit oleh Sya’ban dan Syawal. Kalau pada Bulan Ramadhan puasa bagi ummat Islam diwajibkan, maka pada bulan Sya’ban dan Syawal puasa disunnahkan.

Pada bulan Syawal terdapat puasa sunnah muakad yang terkenal, yaitu puasa 6 hari. Hikmah dari puasa bulan Syawal dapat kita temukan dalam dalam hadis yang artinya sebagai berikut:

Barang siapa berpuasa Ramadhan dan meneruskannya dengan puasa enam hari di bulan Syawwal, berarti dia telah berpuasa satu tahun. (H.R Imam Muslim dan Abu Dawud)
Kiranya, pahala yang demikian besar tersebut menunjukkan bahwa puasa 6 hari di bulan syawal memiliki keutamaan yang luar biasa. Maka, beruntunglah orang-orang yang sanggup menjalankannya.

Hikmah lain yang kita dapat dari puasa syawal ini adalah juga untuk menjaga agar kita perut kita kaget dan mengontrol diri sekeluar dari bulan Ramadhan. Ya, kadang saya sendiri heran, sehabis Ramadhan, justru pasien Rumah Sakit biasanya akan meningkat. Kalau tidak percaya silahkan anda melakukan survey. Mungkin ini disebabkan karena tubuh yang kaget, kelelahan, atau karena tidak terkontrolnya nafsu makan.

Selanjutnya, pertanyaan yang kerap muncul dari puasa di 6 hari di bulan syawal adalah, apakah puasa ini harus dilakukan 6 hari berturut-turut yaitu pada tanggal 2 sampai 7 syawal? Atau, puasa ini dapat dilakukan kapan saja, yang penting 6 hari dan masih dibulan syawal, kecuali tanggal 1 syawal yang memang diharamkan untuk berpuasa?

Tentang hal tersebut masuk dalam ranah khilafiyah atau terjadi perbedaan pendapat di antara ulama. Sebagian ulama membolehkan puasa syawal tidak harus dilakukan secara berurutan, sementara sebagian ulama yang lain mensyaratkan agar puasa syawal dilakukan berurutan dan pada awal bulan (tanggal 2-7 Syawal). Tentang perbedaan pendapat semacam ini kita dapat memakluminya, karena toh memang dasar puasa 6 hari di bulan syawal (hadist di atas) tidak bersifat tegas, sehingga maklum memunculkan perbedaan.

Memang, menjalankan puasa sunah terasa cukup berat, lebih-lebih di bulan syawal, dimana kue-kue melambai di atas meja. Tetapi disitulah tantangan kita. Sebagaimana shalat dhuha dan tahajut yang berat dilakukan oleh mayoritas manusia, puasa sunah 6 hari bulan syawal menjanjikan pahala yang setimpal bagi pelakunya.

Kalau yang berat sudah bisa dilakukan, maka yang ringan-ringan pun akan terasa enteng. Orang yang sudah membiasakan diri melakukan shalat sunah rawatib misalnya, maka akan sulit rasanya untuk meninggalkan shalat wajib. Tidak percaya? Cobalah!

sumber gambar : blog anjungadiwarna.blogspot.com/

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »